SketsaNusantara.id – Mantan Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, mengaku terkejut dan kebingungan ketika rumah pribadinya di kawasan elit Mulyorejo, Surabaya, digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin 14 April 2025.
Penggeledahan itu dilakukan dalam rangka pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (Pokmas) yang bersumber dari APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021–2022.
La Nyalla menegaskan, dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan tersangka utama dalam kasus ini, yakni Kusnadi, mantan anggota DPRD Jawa Timur yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Dalam hal ini, ia bahkan menyebut nama Kusnadi tidak familiar di telinganya.
“Saya juga tidak tahu-menahu soal itu. Saya tidak pernah berhubungan dengan Kusnadi, apalagi dengan penerima hibah yang terkait dengannya. Nama-namanya saja saya tidak kenal,” ujar La Nyalla, dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Kompas TV.
Kebingungan La Nyalla bertambah ketika ia mengetahui bahwa dari hasil penggeledahan tidak ditemukan satu pun barang, dokumen, maupun uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Ia menyebutkan bahwa hal itu juga tertulis dengan jelas dalam berita acara penggeledahan yang ia terima dari penjaga rumahnya.
“Dalam berita acara yang dikirim via WhatsApp oleh penjaga rumah, tertulis dengan tegas bahwa tidak ditemukan apa pun yang terkait dengan penyidikan,” lanjutnya.
“Jadi saya anggap selesai. Tapi ya, tetap jadi pertanyaan besar, kenapa alamat rumah saya bisa sampai jadi sasaran penggeledahan?”
La Nyalla juga menyayangkan bahwa tindakan penggeledahan rumah pribadinya dilakukan tanpa penjelasan awal, apalagi mengingat dirinya bukan pihak yang sedang disorot dalam kasus dana hibah Pokmas.