news

Perjuangan Suryani dari Warung Pinggir Jalan ke Toko, Sukses Beromzet Rp500 Ribu per Hari Berkat Pendanaan KUR BRI dan PNM Mekaar

Selasa, 8 April 2025 | 10:57 WIB
Kisah sukses Suryani. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Kini, makin banyak perempuan yang berdiri di garis depan sebagai penopang finansial keluarga.

Salah satunya adalah Suryani, perempuan asal Pamulang, Tangerang Selatan, yang membuktikan bahwa kerja keras dan strategi tepat bisa mengubah nasib.

Lewat usaha toko kelontong, Suryani mampu membangun ekonomi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang lebih tinggi.

Baca Juga: Lewat BRI UMKM EXPO(RT), Aksesori Gelap Ruang Jiwa Tembus Pasar Global dengan Material Unik dan Omzet Ratusan Juta

Semua berawal dari pengamatan sederhana. Suryani melihat lalu lintas padat di depan rumahnya sebagai peluang bisnis. Dari situlah ide membuka toko kelontong muncul pada tahun 2009.

Berbekal insting dagang, ia memberanikan diri membuka warung sembako di pinggir jalan.

Produk utama yang dijualnya adalah kebutuhan pokok harian seperti beras, minyak goreng, telur, hingga bensin eceran. Karena lokasinya strategis, usahanya pun cepat mendapat perhatian pelanggan.

Baca Juga: Dukung Kelancaran Arus Balik Lebaran, BRI Siapkan Beragam Fasilitas di Posko Mudik BUMN di Sejumlah Titik

Banyak pengendara motor menjadi pelanggan tetap, terutama untuk membeli bensin atau kebutuhan harian.

Namun, seperti banyak pelaku usaha kecil lainnya, keterbatasan modal menjadi tantangan. Untuk menjawab itu, Suryani mencoba mencari bantuan pendanaan.

Tahun 2023, ia mendapatkan suntikan dana sebesar Rp3 juta dari program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), yang dikhususkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Program PNM Mekaar merupakan bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan Pegadaian. Menariknya, pinjaman ini tidak memerlukan agunan, serta prosesnya pun mudah.

“Modal itu saya manfaatkan untuk menambah stok produk jualan di toko,” kata Suryani.

Setelah bisnisnya mulai stabil dan berkembang, Suryani tidak berhenti di situ. Ia ingin naik kelas. Maka, pada akhir tahun 2024, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI dan mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp50 juta.

Halaman:

Tags

Terkini