“Prosesnya juga mudah. Dan enaknya lagi, dari pihak BRI juga aktif mendampingi,” ujarnya. Pendampingan itu mencakup edukasi seputar pengelolaan keuangan, strategi memutar modal, serta tips membayar angsuran tepat waktu.
Dengan tambahan modal tersebut, skala usaha Suryani pun meningkat drastis. Kini, ia mampu menghasilkan omzet sekitar Rp500 ribu per hari.
Dari yang awalnya hanya coba-coba dan berskala kecil, kini toko kelontong Suryani menjadi sumber utama penghidupan keluarganya. Ia bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan lebih layak.
Menurut Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, kisah Suryani adalah salah satu contoh nyata dari pelaku usaha mikro yang berhasil naik kelas.
“BRI terus mendukung pelaku usaha ultra mikro tidak hanya dengan pinjaman, tapi juga pendampingan dan edukasi agar usaha mereka berkelanjutan,” ujar Hendy.
Kisah ini menegaskan bahwa semangat Kartini masih hidup dalam diri perempuan-perempuan Indonesia hari ini.
Melalui keberanian untuk berusaha, serta dukungan program pendanaan seperti PNM Mekaar dan KUR BRI, perempuan seperti Suryani tak hanya bisa berdikari, tapi juga mampu membawa keluarganya menuju kehidupan yang lebih sejahtera.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Perjalanan Mbak Iim Bangun Toko Perabotan, Dari Jualan Online hingga Sukses dengan Dukungan BRI
Program Klasterku Hidupku, Bentuk Dukungan BRI Terhadap Pelaku Usaha Berbagai Jenis Kategori
Dukung ke Pasar Internasional, BRI Support Pendanaan Produksi Manik-manik Jombang
BRI Menanam Grow and Green: Selamatkan Ekosistem Laut dan Perkuat Ekowisata di NTB
Modus Penipuan Marak saat Lebaran! Ini Cara BRI Lindungi Nasabah dari Kejahatan Siber