Kritik sosial dalam lagu Hari Lebaran ini ditulis Ismail Marzuki pada 2 bait terakhir yang sempat jarang didengarkan.
Namun pada 2015, grup Deredia yang kemudian kembali mempopulerkan pemutaran lirik lagu Hari Lebaran secara utuh, termasuk 2 bait terakhir tersebut.
Baca Juga: Heboh! Judika Ogah Nyanyikan Lagu Dewa 19, Begini Tanggapan Menohok Ahmad Dhani Soal Direct License!
Dikutip dari Buku Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman karya Ninok Leksono menyebutkan bahwa apa yang ditulis Ismail dalam lagu bergaya sketsa yang mirip dalam perspektif sejarah, bisa memberi sedikit gambaran tentang apa yang pernah terjadi pada masa itu.
Adapun 2 bait terakhir dalam lirik lagu Hari Lebaran karya Ismail Marzuki adalah sebagai berikut:
Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat judi
Sehari semalam main ceki mabuk brendi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri
Maafkan lahir dan batin
Iang taon hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin
Korupsi jangan kerjain
2 Bait di atas diyakini menggambarkan maraknya kasus suap-menyuap di Jakarta pada tahun 1950-an.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!