SketsaNusantara.id - Gema takbir tak bisa dipisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri setiap 1 Syawal.
Menjelang akhir Ramadhan hingga beberapa hari setelah lebaran, lantunan takbir sahut menyahut, termasuk di media sosial.
Selain takbir, sejumlah lagu-lagu religi yang bertemakan lebaran juga mulai sering diperdengarkan.
Salah satunya adalah lagu Hari Lebaran karya Ismail Marzuki yang banyak dinyanyikan ulang oleh sejumlah penyanyi papan atas.
Lagu yang diciptakan komponis kenamaan Indonesia ini memiliki lirik yang menggambarkan suasana menjelang lebaran.
“Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira.
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran
Selain itu, pada bait reff, lagu Hari Lebaran yang diciptakan pada tahun 1950 ini juga menuliskan ucapan yang sering dipakai saat meminta maaf pada Hari Raya Idul Fitri.
Minal aidin wal faidzin.
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin
Lirik yang menggambarkan suka cita suasana lebaran dan irama yang riang membuat lagu ini dinilai cocok untuk diputar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Namun tak banyak yang tahu, bahwa lagu ini mengandung kritik sosial yang ingin disampaikan penciptanya, Ismail Marzuki.
Artikel Terkait
Bukan Barang mewah, Ini Isi Hampers Lebaran Presiden Prabowo, dari Mulan Jameela Hingga El Rumi
Pernah Bertemu Prabowo Subianto, Ferry Irwandi Ungkit 4 Pertanyaan dan 1 Janji Eks Menteri Pertahanan: Itulah yang Gua Denger...
Video Terakhir? 4 Pesan Ferry Irwandi untuk Presiden Prabowo Subianto: Pilihan untuk Menentukan Catatan Sejarah
Arti Nama Ferry Irwandi dan Misteri Tanggal 16 Desember di Instagramnya: Tanpa Soe Hok Gie, Gua Nggak Akan...
Dukung ke Pasar Internasional, BRI Support Pendanaan Produksi Manik-manik Jombang