Kamis, 4 Juni 2026

Rahasia 2 Bait Terakhir Lagu Hari Lebaran yang Sering Diputar Setiap Idul Fitri, Kritik Sosial Komponis Ismail Marzuki?

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 1 April 2025 | 07:15 WIB
Ilustrasi lirik lagu Hari Lebaran karya Ismail Marzuki (Freepik)
Ilustrasi lirik lagu Hari Lebaran karya Ismail Marzuki (Freepik)

 

SketsaNusantara.id - Gema takbir tak bisa dipisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri setiap 1 Syawal.

Menjelang akhir Ramadhan hingga beberapa hari setelah lebaran, lantunan takbir sahut menyahut, termasuk di media sosial.

Selain takbir, sejumlah lagu-lagu religi yang bertemakan lebaran juga mulai sering diperdengarkan.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Terselip Doa Habib Jafar dalam Lagu 'Tanda' Milik Yura Yunita, Apa Artinya?

Salah satunya adalah lagu Hari Lebaran karya Ismail Marzuki yang banyak dinyanyikan ulang oleh sejumlah penyanyi papan atas.

Lagu yang diciptakan komponis kenamaan Indonesia ini memiliki lirik yang menggambarkan suasana menjelang lebaran.

Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira.
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran

Baca Juga: Habib Jafar Menangis Usai Dengar Lagu 'Tanda' Yura Yunita, Ungkap Keresahannya Setelah Populer Jadi Pendakwah: Apakah Ini Jalan-Nya ataukah Ujian?

Selain itu, pada bait reff, lagu Hari Lebaran yang diciptakan pada tahun 1950 ini juga menuliskan ucapan yang sering dipakai saat meminta maaf pada Hari Raya Idul Fitri.

Minal aidin wal faidzin.
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin

Lirik yang menggambarkan suka cita suasana lebaran dan irama yang riang membuat lagu ini dinilai cocok untuk diputar menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Guna Sambut Lebaran 2025! Hetty Koes Endang dan Afifah Yusuf Rilis Lagu Berjudul THR, Inilah Liriknya

Namun tak banyak yang tahu, bahwa lagu ini mengandung kritik sosial yang ingin disampaikan penciptanya, Ismail Marzuki.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X