SketsaNusantara.id - Pada saat ramai protes UU TNI yang sudah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu yang lalu, ada pemandangan yang adem tapi juga panas bagi sebagian orang.
Sebab saat ribut-ribut UU TNI, beredar di media sosial para keturunan presiden dari generasi ke generasi tampak berkumpul pada acara ulang tahun ke 41 Didit Hediprasetyo, putra tunggal Presiden Prabowo Subianto.
Dalam beberapa foto yang beredar nampak mereka saling akrab pada momen ulang tahun tersebut, ada Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep, Puan Maharani, Guruh Soekarnoputra, Pinka Hapsari, AHY, Siti Rubi Aliya Rajasa, Yenny Wahid hingga lham Habibie.
Menjawab isu-isu yang beredar tentang momen kebersamaan putra-putri Presiden RI dari masa ke masa tersebut, Yenny Wahid tampil berikan penjelasan.
Yenny Wahid mengungkapkan bahwa obrolan dalam pertemuan anak-anak presiden di acara ulang tahun Didit Hediprasetyo bersifat santai dan tidak membahas politik secara mendalam.
Yenny Wahid menggambarkan suasana pertemuan tersebut sebagai momen keakraban antar anak-anak presiden dari berbagai generasi.
"Yang dibahas itu sama ketika kita kumpul bersama teman-teman yang lain," tegas Yenny Wahid, putri dari Almarhum Gus Dur, presiden ke 4 RI dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV.
"Bertanya kabar misalnya, malah biasanya obrolannya tidak nyerempet politik, sedikit sekali nyerempet politik," imbuhnya.
Yenny mengungkapkan bahwa pertemuan seperti ini bukanlah momen yang langka sebab anak-anak mantan presiden juga berteman baik, sehingga jika bertemu mereka bertemu dan berada dalam momen sepeyini justru tak mau membahas politik.
"Kami semua datang dari latar belakang yang sangat berbeda, dengan perspektif berbeda dan mungkin posisi politik yang berbeda, dan kami saling menghargai satu sama lain," tegas Yenny.
Ia juga menyebutkan pada konteks ini, Didit selaku putra Prabowo pasti paham bahwa Yenny sebagai putri Gus Dur memiliki beberapa pandangan politik yang berbeda dengan pemerintah Prabowo.