SketsaNusantara.id - Gelombang aksi protes tolak UU TNI telah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Ngototnya pejabat negara dalam mengesahkan UU TNI dinilai sama sekali tidak mendengarkan suara rakyat.
Kini muncul istilah geng SOP di balik revisi UU TNI, publikpun penasaran siapakah yang dimaksud dengan geng SOP ini?
Istilah geng SOP pertama kali tercetus dari postingan Said Didu di akun X miliknya @msaid_didu.
Pengamat politik ini mengungkap jika Revisi UU TNI tak ubahnya sebuah jebakan untuk pemerintahan Prabowo dan TNI saat ini.
"Sepertinya pemerintah dan TNI masuk jebakan geng SOP," tulis @msaid_didu.
Lebih lanjut ia mengatakan jika yang dimaksud geng SOP adalah Solo, Oligarki, Parcok (Partai Coklat).
"SOP (Solo+Oligarki+Parcok) lewat farming revisi UU TNI. Jika TNI sdh lemah dan dibenci rakyat lewat jebakan framing tsb maka semua sudah selesai!!!" lanjutnya.
Istilah Solo dan Oligarki kemudian merujuk pada keterlibatan mantan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Kemudian Parcok atau Partai Coklat merupakan istilah yang kerap ditujukan untuk Polisi.
Seperti diketahui meski sudah pensiun menjadi Presiden, Jokowi masih sangat sibuk dengan urusan negara akhir-akhir ini.
Kini publikpun seolah mengaminkan bahwa adanya revisi UU TNI ibarat jebakan untuk pemerintah saat ini.
Artikel Terkait
Ikut Demo Tolak RUU TNI, Ferry Irwandi Traktir Demonstran Siomay 2 Gerobak: Kalian Nggak Sendiri
Ramai Penolakan RUU TNI, Wahyu Al Fajri: Opini Publik Terlalu Dibesar-besarkan
Draf RUU TNI Tak Kunjung Diunggah, Fedi Nuril Sentil Ketua DPR Puan Maharani: Pernyataan yang Tidak Profesional!
RUU TNI Digugat ke Mahkamah Konstitusi Oleh 7 Mahasiswa UI, Prabowo Subianto Tak Jadi Menandatangani?