SketsaNusantara.id - Aksi demo tolak Undang-undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di Surabaya pada Senin, 24 Maret 2025 kemarin berakhir chaos.
Massa aksi mulai dipukul mundur hingga dibawa oleh aparat yang berjaga.
Tak hanya menyerang massa aksi, aparat juga melakukan kekerasan berupa pukulan kepada seorang jurnalis di Surabaya yang tengah meliput aksi demo.
Ialah Rama Indra, jurnalis beritajatim.com. Dilansir SketsaNusantara.id melalui siaran pers, Rama Indra menjelaskan kronologi yang menimpanya saat berada di lokasi aksi demo di Surabaya.
Dijelaskannya bahwa kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 16.22 WIB, saat massa aksi melempari botol ke arah barikade polisi yang berjaga di depan gedung dan water canon mulai ditembakkan untuk memukul mundur para massa aksi.
Rama Indra juga sempat melihat aparat kepolisian menangkap beberapa massa aksi dan membawanya ke dalam Gedung Grahadi, Surabaya.
Polisi terus menyemprotkan water canon untuk membubarkan massa aksi mencoba menjauhkan massa aksi ke Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pemuda.
“Nah, saat itu saya mengambil rekaman video. Sekitar pukul 18.30 WIB,” terang Rama.
Dikatakan Rama saat itu situasi semakin ricuh. Barikade polisi dan polisi tidak berseragam saat itu mulai melakukan pengejaran ke massa aksi, hingga berlarian di ruas Jalan Pemuda.
Dalam situasi tersebut, Rama kembali mencoba merekamnya. Ia juga sempat melihat polisi melakukan kekerasan terhadap para massa aksi, memukul, mengeroyok, hingga menginjak badan demonstran.
"Tepat saat kamera ponsel saya masih merekam, terlihat beberapa petugas polisi berseragam dan tidak berseragam ini menangkap 2 orang massa pendemo,"