Ini dikhawatirkan akan mengembalikan dwifungsi TNI seperti era Orde Baru, di mana militer memiliki peran besar dalam politik dan pemerintahan, padahal konsep ini telah dihapuskan pasca-Reformasi 1998.
Pasal-pasal dalam draf RUU TNI dinilai dapat memperbesar kewenangan militer dalam operasi selain perang (OMSP) dan urusan sipil tanpa pengawasan ketat.
Hal ini berpotensi melemahkan supremasi sipil dan membuka ruang bagi intervensi militer dalam kehidupan politik, yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.
Banyak pihak yang menyayangkan DPR RI yang menargetkan pengesahan RUU ini terlalu cepat sehingga terkesan terburu-buru.
Padahal kebijakan lain seperti UU Perampasan Aset yang dinilai lebih penting memberantas korupsi, tapi tak kunjung disahkan DPR meski sudah siap beberapa tahun lalu.
Koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa menilai kurangnya transparansi dan partisipasi publik bahkan RUU TNI secara diam-diam dibahas dalam rapat tertutup di hotel mewah yang bertentangan dengan efisiensi anggaran.
Kondisi terbaru, gedung DPR RI bahkan sudah siap siaga dipasang pagar beton untuk menghalau massa.
Banyak demonstran yang ikut berjaga dan melaporkan situasi apalagi ada kendaraan militer yang ikut dikerahkan untuk menghadapi demo yang akan terjadi di Gedung DPR Senayan Jakarta.
"Belum apa-apa udah udah didatangin banyak banget bus aparat keamanan. Bukan polisi, tapi isinya tentara!" ungkap akun X @barengwarga dalam cuitannya yang menunjukkan video kondisi terkini di depan Gedung DPR RI sejak dini hari Kamis, 20 Maret 2025 hingga pukul 08:00 WIB.
"Dapat tambahan juga truk dan tank militer yang siap siaga di depan Senayan, emangnya kita mau perang? Water cannon pun mulai masuk bahkan tenda-tenda kami dijaga ketat polisi. Inilah tanda 'cinta' rezim ke rakyat," pungkasnya.
Aksi demo Tolak RUU TNI ini juga sebelumnya digelar di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Bahkan, mobil Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas pun dikepung massa dengan tujuan mengajak dialog langsung untuk membatalkan pengesahan UU TNI.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini