news

Demo Tolak RUU TNI Berlanjut hingga Aksi Kamisan, Dilaksanakan Serentak di 21 Titik Seluruh Indonesia, Termasuk Amerika Serikat

Kamis, 20 Maret 2025 | 09:34 WIB
Potret Aksi Kamisan 20 Maret 2025 yang ikut menolak pengesahan RUU TNI yang berpotensi membangkitkan Dwifungsi ABRI (Instagram/aksikamisan)

Ini dikhawatirkan akan mengembalikan dwifungsi TNI seperti era Orde Baru, di mana militer memiliki peran besar dalam politik dan pemerintahan, padahal konsep ini telah dihapuskan pasca-Reformasi 1998.

Baca Juga: Tegas! Bintang Emon Tolak RUU TNI yang Dianggap Sebagai Kemunduran dan Berpotensi Kembalikan Dwifungsi ABRI: Gak Efektif, Cuma Bikin Terluka...

Pasal-pasal dalam draf RUU TNI dinilai dapat memperbesar kewenangan militer dalam operasi selain perang (OMSP) dan urusan sipil tanpa pengawasan ketat.

Hal ini berpotensi melemahkan supremasi sipil dan membuka ruang bagi intervensi militer dalam kehidupan politik, yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Banyak pihak yang menyayangkan DPR RI yang menargetkan pengesahan RUU ini terlalu cepat sehingga terkesan terburu-buru.

Padahal kebijakan lain seperti UU Perampasan Aset yang dinilai lebih penting memberantas korupsi, tapi tak kunjung disahkan DPR meski sudah siap beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Tolak Pengesahan RUU TNI, Media Sosial X Banjir Seruan Demonstrasi, Termasuk Aksi Blokade Akses Masuk Gedung DPR

Koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa menilai kurangnya transparansi dan partisipasi publik bahkan RUU TNI secara diam-diam dibahas dalam rapat tertutup di hotel mewah yang bertentangan dengan efisiensi anggaran.

Kondisi terbaru, gedung DPR RI bahkan sudah siap siaga dipasang pagar beton untuk menghalau massa.

Banyak demonstran yang ikut berjaga dan melaporkan situasi apalagi ada kendaraan militer yang ikut dikerahkan untuk menghadapi demo yang akan terjadi di Gedung DPR Senayan Jakarta.

Baca Juga: Tak Kunjung Disahkan, Apa Itu RUU Perampasan Aset? Kebijakan yang Dinilai Urgensinya Lebih Tinggi dan Lebih Penting Ketimbang RUU TNI

"Belum apa-apa udah udah didatangin banyak banget bus aparat keamanan. Bukan polisi, tapi isinya tentara!" ungkap akun X @barengwarga dalam cuitannya yang menunjukkan video kondisi terkini di depan Gedung DPR RI sejak dini hari Kamis, 20 Maret 2025 hingga pukul 08:00 WIB.

"Dapat tambahan juga truk dan tank militer yang siap siaga di depan Senayan, emangnya  kita mau perang? Water cannon pun mulai masuk bahkan tenda-tenda kami dijaga ketat polisi. Inilah tanda 'cinta' rezim ke rakyat," pungkasnya.

Aksi demo Tolak RUU TNI ini juga sebelumnya digelar di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Bahkan, mobil Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas pun dikepung massa dengan tujuan mengajak dialog langsung untuk membatalkan pengesahan UU TNI.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini