Kasi Trantib Kelurahan Pematang Wangi, Depri Arfandi, menjelaskan bahwa kemarahan warga dipicu oleh tindakan para kreator yang mengajak anak-anak bermain di air banjir.
Hal itu dianggap para konten kreator tersebut dianggap membahayakan keselamatan anak-anak.
Menurutnya, yang boleh mmebaut konten serupa hanyalah warga sekitar yang terkena banjir untuk memberitahukan perkembangan kondisi mereka pasca banjir.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini