Kasi Trantib Kelurahan Pematang Wangi, Depri Arfandi, menjelaskan bahwa kemarahan warga dipicu oleh tindakan para kreator yang mengajak anak-anak bermain di air banjir.
Hal itu dianggap para konten kreator tersebut dianggap membahayakan keselamatan anak-anak.
Menurutnya, yang boleh mmebaut konten serupa hanyalah warga sekitar yang terkena banjir untuk memberitahukan perkembangan kondisi mereka pasca banjir.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Siapa Wiwin Komalasari? Profil Kades Gunung Menyan Bogor yang Ngaku Geli Tenteng Nasi Kotak: Pernah Viral Pakai LV saat Demo
Siswi SD di Jember Hanyut Terseret Banjir saat Bermain Air di Selokan
Mako Polres Tarakan Diserang Oknum TNI, Pangdam IV Mulawarman Sebut Penyebabnya hanya Salah Paham
Kronologi Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI, Diduga Karena Perselisihan di Kafe, Sempat Negoisasi?
Penunjukan Tony Blair Jadi Dewan Pengawas Danantara Ramai Jadi Sorotan, Publik Soroti Rekam Jejak Mantan PM Inggris yang Kerap Menuai Kontroversi