SketsaNusantara.id - Dua konten kreator di Lampung diusir warga saat membuat konten di tengah bencana banjir yang melanda.
Warga mengusir 2 konten kreator tersebut sebab dianggap lakukan hal tak terpuji dengan mencari keuntungan di tengah musibah yang sedang melanda warga.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, peristiwa pengusiran itu terjadi di Perumahan Arinda Permai, Bandar Lampung.
Baca Juga: TNI Gadungan Tertangkap dan Dihajar Massa Saat Hendak Curi Motor di Gumukmas Jember
Pemicu kemarahan warga adalah kedua konten kreator tersebut mengajak anak-anak berenang di area banjir.
Sehingga tindakan ini dinilai membahayakan keselamatan anak-anak dan tidak menunjukkan empati terhadap para korban banjir.
Selain itu, warga disana juga merasa bahwa para konten kreator tersebut memanfaatkan situasi bencana untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa mempedulikan penderitaan orang lain.
Baca Juga: DAS Glondong Banyuwangi Darurat Limbah, PLHK Universitas Jember Tawarkan Solusi ke Pemerintah Daerah
Warga yang saat ku tu sedang berupaya membersihkan rumah mereka setelah banjir merasa terganggu dengan tindakan para konten kreator tersebut yang ternyata tak hanya sekali membuat konten disana.
Sebab itulah warga kemudian meneriaki kedua kreator konten tersebut dan meminta mereka untuk menghapus video yang telah dibuat.
Warga merasa kesal karena para kreator konten tersebut dianggap tidak memiliki rasa empati sama sekali terhadap para korban banjir, apalagi mereka berdua bukan warga dari daerah tersebut.
Kedua kreator konten kemudian diminta menghapus konten yang mereka rekam serta meminta maaf kepada warga.
Diketahui 2 konten kreator tersebut bernama Ahmad Permana dan Mak Klara yang ternyata tak hanya sekali membuat konten di daerah banjir tersebut.
Artikel Terkait
Siapa Wiwin Komalasari? Profil Kades Gunung Menyan Bogor yang Ngaku Geli Tenteng Nasi Kotak: Pernah Viral Pakai LV saat Demo
Siswi SD di Jember Hanyut Terseret Banjir saat Bermain Air di Selokan
Mako Polres Tarakan Diserang Oknum TNI, Pangdam IV Mulawarman Sebut Penyebabnya hanya Salah Paham
Kronologi Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI, Diduga Karena Perselisihan di Kafe, Sempat Negoisasi?
Penunjukan Tony Blair Jadi Dewan Pengawas Danantara Ramai Jadi Sorotan, Publik Soroti Rekam Jejak Mantan PM Inggris yang Kerap Menuai Kontroversi