Minggu, 19 Juli 2026

Penunjukan Tony Blair Jadi Dewan Pengawas Danantara Ramai Jadi Sorotan, Publik Soroti Rekam Jejak Mantan PM Inggris yang Kerap Menuai Kontroversi

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 Februari 2025 | 12:24 WIB
Potret Tony Blair yang ramai disorot rekam jejaknya usai ditunjuk jadi badan pengawas Danantara. (Instagram/kementerianbumn)
Potret Tony Blair yang ramai disorot rekam jejaknya usai ditunjuk jadi badan pengawas Danantara. (Instagram/kementerianbumn)

 

SketsaNusantara.id - Nama Tony Blair mendadak jadi trending topic di media sosial usai dikabarkan jadi anggota Dewan Pengawas Danantara yang resmi dirilis hari Senin, 24 Februari 2025.

Kabar tersebut bermula dari pernyataan Rosan Roeslani selaku CEO Danandata Indonesia yang mengatakan bahwa Tony Blair akan menjadi Pengawas bersama Menteri BUMN, Erick Thohir.

Penunjukan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, sebagai anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) setelah acara peresmian bersama Presiden Prabowo Subianto telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Resmikan Danantara, Prabowo Harapkan Investasi ke Industri yang Menciptakan Lapangan Kerja

Beberapa jurnalis senior dan pengamat politik mempertanyakan langkah pemerintah memasukkan tokoh asing, bahkan banyak warganet yang ikut menyoroti rekam jejak Tony Blair yang sarat dengan berbagai kontroversi selama masa jabatannya di Inggris.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @gnfi, disebutkan bahwa keberadaan tokoh dunia seperti Tony Blair dalam struktur pengawasan diharapkan dapat memperkuat kredibilitas dan daya tarik investasi bagi Indonesia di kancah dunia.

Namun, di balik semua itu muncul kekhawatiran masyarakat Indonesia karena ada campur tangan orang asing yang mengawasi kerja Danantara apalagi terdapat dana ribuan triliun dari BUMN dikerahkan di sana.

Baca Juga: Siapa Pandu Sjahrir? Keponakan Luhut Binsar Pandjaitan yang Kecipratan Jabatan Penting di Danantara, Dulunya Wakil Bendahara TKN Prabowo-Gibran?

Mengutip dari situs The Week, Tony Blair yang pernah menjadi sebagai Perdana Menteri Inggris pada tahun 1997 hingga 2007 dan kerap menuai kontroversi selama masa jabatannya.

Salah satu keputusan paling kontroversialnya adalah dukungannya terhadap invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003, yang menuai kritik karena mempercayai "berita hoaks".

Tony Blair menyebut bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal, sehingga hal tersebut tak bisa dibiarkan. Padahal kabar tersebut datang dari sumber yang tidak jelas kebenarannya.

Baca Juga: Resmi Luncurkan Danantara, Prabowo Subianto Tegaskan Bisa Diaudit Siapapun dan Kapanpun, Netizen: Banyak Omon-Omon!

Tony kemudian menyesal dan mengakui bahwa keputusannya keliru, meski sudah banyak korban yang tewas dalam konflik di Irak yang memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Bahkan, beberapa tokoh internasional, seperti Uskup Desmond Tutu, menyerukan agar Blair diadili atas keputusannya tersebut.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X