“Banyak OPD menganggap informasi tentang kesehatan reproduksi tidak penting, padahal ini sangat dibutuhkan. Di pusat pendidikan, pusat pengaduan, bahkan di level kementerian agama dan dinas pendidikan, satgasnya banyak, tapi tidak aktif,” tegasnya.
Baca Juga: Dari Lailatul ljtima', Kyai di Jombang Ini Ajak Rawat Nilai Kemanusiaan dengan Terus Mencari Ilmu
Ana menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud keprihatinan sekaligus seruan masyarakat Jombang agar perempuan dan anak mendapatkan perlindungan yang lebih kuat.
"Aksi ini menjadi suara masyarakat Jombang yang mendesak adanya perlindungan lebih kuat bagi perempuan dan anak agar tidak ada lagi korban serupa di masa depan," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini