Ayub menyampaikan, jika setelah mendengar hal tersebut Migran Care segera melakukan advokasi dan berkomunikasi dengan PKB untuk membantu yang bersangkutan.
"Alhamdulillah setelah itu Gus Rivqi dan Migran Care bersama-sama melakukan pendampingan, agar yang bersangkutan bisa pulang ke Indonesia," jelasnya.
Diperkirakan pada Kamis, 20 Februari 2025 Sitti akan sampai di Jember dan bisa bertemu keluarganya kembali.
"Insyallah besok sudah tiba di Jember, Sitti menggunakan moda transportasi kereta api dari Jakarta," sambungnya.
Dengan kejadian tersebut, Ayub menegaskan agar ke depan di Pemerintahan Kabupaten Jember ini bisa memberikan perhatian lebih kepada masyarakat.
"Bupati baru nanti bisa memberikan perhatian terhadap masyarakat Jember, dan menjamin peningkatan skill sehingga bisa bekerja dengan layak," tegasnya.
Di sisi lain kata Ayub, Pemkab Jember ke depan harus melakukan pemetaan wilayah di Jember dengan tingkat pekerja migran yang tinggi.
Baca Juga: 400 Bangunan Sekolah Rusak di Jember Belum Direnovasi, Dispendik Masih Tunggu Efisiensi Anggaran
"Jangan sampai kalau ada yang ingin bekerja di luat negeri, ke depannya malah bakal mendapatkan masalah," lanjutnya.
Ia menambahkan, persoalan seperti ini tidak boleh terulang kembali dikemudian hari, dan pemerintah daerah harus hadir membantu warganya.
"Semoga ini menjadi persoalan yang terakhir, kemudian kami sampaikan terimakasih kepada Gus Rivqi dan Migran Care yang telah membantu kepulangan pekerja migran tersebut," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Pansus Non ASN Terbentuk, DPRD Jember Segera Cari Akar Permasalahan Ribuan Tenaga Honorer yang Dirumahkan
Kronologi Kesurupan Massal di SMPN 4 Jember! 32 Siswa Kejang dan Berteriak Usai Upacara, Sekolah Terpaksa Diliburkan
Jabatan Sekretaris Daerah Kosong, DPRD Minta Pemkab Jember Segera Koordinasi dengan Bupati Terpilih
Alami Kesurupan Massal 32 Siswa SMPN 4 Jember Diliburkan, Kepala Sekolah: Dulu Sempat Terjadi Juga...
Diterjang Cuaca Ekstrem, Atap Rumah Lansia di Puger Jember Ambruk
Lansia di Jember Luka-Luka Usai Atap Rumahnya Roboh Diterjang Angin
Heboh Murid SMPN 4 Jember Kesurupan Massal, Pakar Kesehatan Sebut Fenomena Ini Termasuk Gangguan Mental Bukan Hal Mistis, Begini Cara Mengatasinya