SketsaNusantara.id- AK (18), pemuda Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember yang tega memenggal ayahnya sendiri, Jaenuri (56) hingga tewas telah menjalani tes kesehatan dan divonis alami gangguan kejiwaan berat.
Sebagaimana diketahui, AK sebelumnya dirawat di RSUD Dr. Soebandi setelah mengalami luka dilehernya karena mencoba bundir.
AK menyayat lehernya sendiri dengan golok setelah penggal kepala ayahnya sendiri.
Setelah menjalani operasi luka di lehernya, kini keadaan fisiknya sudah membaik. Namun, setelah tersangka menjalani serangkaian tes kejiwaan, ternyata hasilnya menunjukkan bahwa AK alami gangguan jiwa berat.
“Setelah kondisi kesehatan fisiknya membaik dan berangsur sembuh, tersangka langsung kami periksakan ke dokter jiwa di RSD Dr. Soebandi,” kata Kapolsek Puger, AKP Fachthurrohman saat dihubungi melalui saluran telepon, Selasa 18 Februari 2025.
“Hasil tes menunjukkan tersangka mengalami gangguan jiwa berat,” imbuh Fachthurrohman.
Lebih lanjut kata Fachthur, atas arahan dokter jiwa, tersangka akan menjalani perawatan intensif. Tersangka akan dirawat di salah satu yayasan kejiwaan yang resmi dan berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos). Yayasan itu terletak di Kecamatan Jombang, Jember.
“Untuk sementara tersangka kami titipkan untuk dirawat di Yayasan Padepokan Dandan Jiwo yang berada di Kecamatan Jombang Jember. Yayasan tersebut resmi dan berkolaborasi dengan Dinsos Jember,” ujar Fachthur.
Kata Fachtur, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit jiwa Menur Surabaya. Namun dikarenakan dokter profesornya masih di luar negeri, tersangka untuk sementara dirawat di Jember.
Baca Juga: 400 Bangunan Sekolah Rusak di Jember Belum Direnovasi, Dispendik Masih Tunggu Efisiensi Anggaran
“Tersangka juga tetap rutin minum obat dari dokter Rumah Sakit Soebandi. Selain berkoordinasi dengan RSJ Menur, kami juga berkoordinasi dengan RS di Kediri. Nanti hasilnya keluar,” jelasnya.
Kendati dirawat di Yayasan Padepokan Dandan Jiwo Jombang, Jember, Fachthurrohman tetap mengerahkan anggotanya untuk tetap berjaga disana setiap hari. Ia khawatir tersangka akan kabur.
Artikel Terkait
Pansus Non ASN Terbentuk, DPRD Jember Segera Cari Akar Permasalahan Ribuan Tenaga Honorer yang Dirumahkan
Kronologi Kesurupan Massal di SMPN 4 Jember! 32 Siswa Kejang dan Berteriak Usai Upacara, Sekolah Terpaksa Diliburkan
Jabatan Sekretaris Daerah Kosong, DPRD Minta Pemkab Jember Segera Koordinasi dengan Bupati Terpilih
Alami Kesurupan Massal 32 Siswa SMPN 4 Jember Diliburkan, Kepala Sekolah: Dulu Sempat Terjadi Juga...
Diterjang Cuaca Ekstrem, Atap Rumah Lansia di Puger Jember Ambruk
Lansia di Jember Luka-Luka Usai Atap Rumahnya Roboh Diterjang Angin