“Sebelumnya buruh tani semua. Setelah ada pelatihan, hampir semuanya jadi pengrajin. Alhamdulillah, usaha ini bertahan dan berkembang sampai sekarang,” tambah Ahmadi.
Kini, Dawuhan Mangli bukan hanya dikenal sebagai desa pengrajin, tetapi juga sebagai pusat industri sangkar burung perkutut yang memiliki pelanggan dari berbagai daerah.
Keunikan dan kualitas sangkar buatan mereka membuatnya diminati oleh penghobi burung di seluruh Indonesia.
Dengan sejarah panjang dan semangat warganya, Dawuhan Mangli terus membuktikan bahwa warisan budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi yang menjanjikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
KAI Daop 9 Jember Perkuat Komitmen Kebersihan, Jaga Kenyamanan Penumpang dari Keberangkatan hingga Tujuan
Dampak Efisiensi Anggaran, DPRD Jember Sebut Pembahasan Perubahan APBD 2025 Dipercepat
Praktik Nakal Kios Jual Harga Pupuk Subsidi di Atas HET, Komisi B DPRD Jember Desak OPD Ambil Langkah Tegas
Kronologi Pembunuhan Anak Kecil di Jember, Dikubur di Kebun oleh Kekasih Sang Ibu
Kebakaran Rumah Makan di Sumbersari Jember, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp25 Juta