"Bayangin anggaran pendidikan dipangkas, tapi Kementrian Pertahanan & Kepolisian lolos dari pemotongan. KIPK dan Beasiswa dipangkas, kayanya pemerintah lebih milih nambah stafsus beli alat perang daripada nambah lulusan sarjana dari keluarga miskin. Negara makin gak waras bahkan biaya pendidikan aja ikut dipotong besar-besaran," komentar akun @gantars_
"Jahat banget pemerintah, 663 ribi mahasiswa on going terancam putus kuliah, bahkan KIPK buat maba 2025 terancam dihapus? Ya Allah keluarga miskin gak layak jadi sarjana di indo kah? padahal mereka juga taat bayar pajak," komentar akun @sifaimarius.
"Ya Allah ini kalo efisiensi anggaran beneran berdampak sama kipk truss aku kuliahnya, hancur dengarnya gak nyadar pas baca nangis banget. Masa' cuma gara gara makan gratiss malah beasiswanya mau diilangin, plis jangan putuskan harapan kami, mau jadi sarjana buat di Indo aja susah," komentar akun @akhilaa_.
Terkait hal ini, Satryo Soemantri Brodjonegoro selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) akhirnya buka suara.
Dalam rapat bersama Komisi X DPR RI yang digelar pada hari Rabu, 12 Februari 2025, Satryo memastikan bahwa program prioritas kemendiktisaintek tidak akan terdampak efisiensi anggaran termasuk beasiswa dan KIP-K.
"Bantuan dan beasiswa ada KIP kuliah itu ada efisiensi oleh Ditjen Anggaran sebesar Rp 1,319 triliun, namun kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula, yaitu Rp 14,698 triliun, karena ini termasuk kategori yang seharusnya tidak kena efisiensi," ujar Satryo dikutip SketsaNusantara.id dari video rapat kerja bersama Komisi X DPR RI yang diunggah di kanal YouTube TVR Parlemen pada hari Rabu, 12 Februari 2025.
Lebih lanjut, Satryo juga menegaskan soal efisiensi anggaran yang akan difokuskan pada pengurangan belanja barang seperti ATK maupun perjalanan dinas yang sifatnya tidak mendesak.
"Kami mengikuti arahan Pak Prabowo lakukan efisiensi untuk belanja perjalanan dinas dan belanja barang sebesar 43 persen," ungkapnya.
Diketahui, anggaran untuk Kemendiktisaintek dipangkas sebesar Rp 14,3 triliun dari jumlah awal Rp 56,607 triliun.
Namun, Satryo menyebut pihaknya kini berusaha mengusulkan agar pemotongan tersebut hanya dikurangi sebesar Rp 6,78 triliun agar tetap mempertahankan sejumlah program prioritas termasuk KIPK dan BPI.
"Saya berharap Bapak/Ibu Komisi X (DPR RI) bisa memperjuangkan supaya pemotongan (anggaran Kemendiktisaintek) tidak sampai Rp 14,3 triliun supaya program unggulan di kementerian kami tetap bisa berjalan," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Stikom Bandung Tarik Kembali 233 Ijazah Mahasiswa yang Sudah Lulus! Cek, 5 Tips Jitu untuk Menghindari Plagiasi
Peran dan Eksistensi Dipertanyakan, Ormawa Makin Tak Diminati Mahasiswa
BRI CoreLab Hadirkan Pelatihan Content Creator di USU, Dorong Kreativitas dan Kemandirian Mahasiswa
Solidaritas Indonesia untuk Palestina: 23 Mahasiswa Dapat Beasiswa Kuliah di Universitas Pertahanan
Kisah Inspiratif Gogot Cahyo Baskoro: dari Aktivis Mahasiswa, Wartawan, KPU hingga Ketua Tim Pemenangan Fawait-Djos