Bahkan, menurut Rocky Gerung, pemerintahan Jokowi secara sistematis melakukan pembungkaman, termasuk melalui serangan siber terhadap situs web oposisi dan peretasan akun media sosial tokoh-tokoh kritis.
"Kan kita tahu beberapa situs itu sengaja dirusak, beberapa sosmed dari tokoh-tokoh kritis itu sengaja diobrak-abrik," ujar Rocky.
Hal itu menjadi bentuk pengendalian yang secara tidak langsung membatasi demokrasi di Indonesia.
"Dan itu yang kita rasakan sebagai pengendalian yang secara diem-diem dilakukan Presiden Jokowi untuk menghalangi oposisi," imbuhnya.
Rocky Gerung menegaskan bahwa kritik adalah bagian paling jujur dari partisipasi warga negara dalam politik.
Dengan adanya jaminan dari pemerintahan Prabowo, masyarakat bisa kembali menyuarakan pendapatnya tanpa rasa takut.
Hal ini juga menjadi pertanda bahwa kebijakan Prabowo dalam menjaga demokrasi lebih progresif dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Jadi, kita ucapkan selamat datang Demokrasi dan pastikan memang Demokrasi intinya adalah ucapan kritik, bukan puja-puji," pungkas Rocky.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Prabowo dan Buku vs Jokowi dan Motoran: Rocky Gerung Soroti Pilihan Hobi Pemimpin
Puji Kinerja Kementerian ATR/BPN Era Presiden Jokowi, Fedi Nuril Sindir Pernyataan Sigit Widodo Soal Pagar Laut di Kawasan PIK 2
ASN Batal Pindah ke IKN Awal Tahun Ini, Rocky Gerung Sebut Jadi Kabar Buruk bagi Ternak-Ternak Mulyono: Ini Ambisi Jokowi
Pensiun Jadi Presiden RI, Rumah Jokowi di Solo Jadi Tempat Destinasi Wisata, Ada Admin Kalau Mau Foto
Heboh! Pengunjung Rumah Jokowi di Solo Diduga Hanya Setingan Belaka, Sudah Dikoordinir, Pengalihan Isu Pagar Laut?