SketsaNusantara.id - Polemik pemasangan pagar laut di sekitar PIK 2 masih ramai menjadi pro kontra warganet.
Di tengah kisruh pemasangan pagar laut tersebut, Ketua DPP PSI Sigit Widodo justru memuji kinerja Kementerian ATR/BPN.
Dilansir SketsaNusantara.id melalui cuitan di akun X pribadinya, Sigit Widodo mengungkap bahwa menurutnya kementerian yang tengah terseret dalam polemik pagar laut tersebut justru perlu mendapat apresiasi di era Presiden Jokowi.
"Kementerian ATR/BPN di era Presiden Jokowi termasuk lembaga dengan kinerja jempolan,"
"Hingga 2015 hanya 46 juta dari 126 juta bidang tanah yang bersertipikat dengan kecepatan penerbitan hanya 500 ribu sertipikat per tahun,"
Dikatakan Sigit Widodo bahwa di bawah kepemimpinan Jokowi, kementerian tersebut mampu menaikkan jumlah sertifikat yang dikeluarkannya hingga di angka 6-7 juta per tahun.
"101 juta sertipikat dituntaskan dan membuat rakyat mempunyai kepastian hukum dan perlindungan atas hak kepemilikan tanah," ujarnya.
Tak hanya itu saja, ia pun menyinggung jika prestasi ini tak akan ada artinya di mata para pembenci Jokowi.
"Tentu saja kinerja ini tidak dilihat oleh pembenci Jokowi yang tengah membangun wacana palsu bahwa kementerian ini tidak becus bekerja di masa pemerintahan kemarin," tutupnya.
Cuitan Sigit Widodo ini sontak mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, salah satunya aktor Fedi Nuril.
Dalam cuitan di akun X pribadinya, Fedi Nuril menanyakan apakah dengan prestasi tersebut rtinya masyarakat tak boleh memberikan kritik kepada kementerian tersebut, terlebih perihal pagar laut.
Artikel Terkait
Siapa Pak Kholid? Profil Sosok Nelayan Viral yang Berani dan Lantang Debat Soal Pagar Laut di Tangerang
Siapa Aguan? Profil Sugianto Kusuma, Pemilik Agung Sedayu Grup, Perusahaan yang Terseret Polemik Pagar Laut
4 Fakta Pak Kholid Nelayan Viral Berani Suarakan Tolak Pagar Laut di Tangerang: Jago Debat hingga Ngaku Dapat Ancaman
Heboh Pagar Laut Misterius di Tangerang, Iwan Fals Ikut Berikan Komentar?
Ketimpangan Sanksi Pagar Laut: Kerugian Nelayan Rp9 Miliar, Pemilik Hanya Didenda 18 Juta per KM
Dikaitkan dengan Kasus Pagar Laut, Tawa Renyah Jokowi Santai Saat Berikan Tanggapan: Cek Investigasi