SketsaNusantara.id - Sejumlah supir truk mendatangi gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Massa mengecam dan menolak atas kebijakan mengenai pembatasan jalan Provinsi (Rambipuji-Puger).
Selain supir truk, massa aksi itu juga terdiri dari sektor industri, UMKM, brikade Jember Selatan yang mengatasnamakan mereka sebagai Aliansi Masyarakat Bersatu.
Mereka datang untuk meminta keadilan kepada pemerintah agar membuka kembali akses jalan Provinsi agar para supir bisa bekerja seperti sedia kala.
Pasalnya, mereka menilai bahwa keputusan dan kebijakan atas pembatasan akses jalan tersebut bersifat sepihak.
“Jadi kenapa kami menilai itu kebijakan yang sepihak, karena pemerintah tidak melibatkan para supir. Kebijakan itu jelas tidak bisa diterima,” kata perwakilan pemuda Puger, Dandy, saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id pada Senin 3 Februari 2025.
Lebih lanjut katanya, pihaknya sangat sepakat dan mendukung mengenai perbaikan jalan. Sebab, hal itu juga akan berdampak baik terhadap semua pihak. Namun, massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Bersatu ini meminta agar jalan untuk dibuka lebih dulu.
“Kami sepakat dan sangat mendukung soal perbaikan jalan. Tapi kami minta jalan untuk dibuka dulu,” ujarnya.
Menurutnya, jika memang pemerintah ingin memberikan keputusan yang adil. Maka semua pihak yang terdampak dari masalah tersebut di panggil dan diminta pendapat.
Artikel Terkait
Peredaran Miras di Jember Masih Tinggi, Ketua DPC PKB Jember Minta Pemda Tegas dalam Implementasi Perda Miras
Maling Pakaian Dalam di Jember Menangis saat Keciduk Warga, Sudah 1 Tahun Beraksi Tak Dilaporkan ke Polisi?
Fraksi Gerindra DPRD Jember Perjuangan Pembangunan Taman Bermain Anak di Alun-Alun Jember, Hanan: Tahun Ini Segera Dibangun
Geger di Jember! Maling Pakaian Dalam Tertangkap Basah Usai Terekam CCTV, Terungkap Modus Pelaku yang Terbilang Unik, Ada Gangguan Jiwa?
Tunggakan Hotel Java Lotus Rp3,8 Miliar Belum Dibayar, Komisi C DPRD Jember: Tidak Ada Itikad Baik dan Tidak Kooperatif
Lagi! Warga Jember Temukan Jasad Bayi Mengapung di Sungai dengan Kondisi Memprihatinkan