Minggu, 19 Juli 2026

Tunggakan Hotel Java Lotus Rp3,8 Miliar Belum Dibayar, Komisi C DPRD Jember: Tidak Ada Itikad Baik dan Tidak Kooperatif

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 12:00 WIB
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo saat dikonfirmasi. (Dok. SketsaNusantara.id)
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo saat dikonfirmasi. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Polemik tunggakan pajak Hotel Java Lotus sebesar Rp3,8 miliar selama dua tahun masih belum terselesaikan hingga kini.

Melihat kondisi tersebut Komisi C DPRD Jember akan meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember, untuk melimpahkan kasus ini ke aparat penegak hukum (APH).

Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, sudah melakukan fasilitasi antara Bapenda dan pihak Java Lotus.

Baca Juga: Pajak Hotel dan Restoran Java Lotus Macet 2 Tahun, Komisi C DPRD Jember Berikan Warning: Bisa Dilakukan Penyitaan Aset

Namun, hasilnya hingga kini masih belum ada pembayaran sama sekali.

"Sudah kita lakukan komunikasi dengan pihak Java Lotus, tetapi hingga kini tidak ada itikad baik dan tidak kooperatif," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu 1 Februari 2025.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya juga berencana akan melimpahkan persoalan ini ke pihak APH agar segera selesai.

Baca Juga: Tunggakan Pajak Hotel Java Lotus Capai Rp3,7 Miliar Lebih, Bapenda Jember Minta Pembayaran 2025 Harus Lancar

"Mungkin nanti kita limpahkan ke APH, agar bisa membuat perjanjian sesuai dengan regulasi yang ada," terangnya.

Ardi menyampaikan, sudah berkomunikasi dengan Bapenda agar bisa berkonsultasi dengan Kejaksaan Negeri Jember untuk mencarikan solusinya.

"Ya kami rekomendasikan untuk bisa komunikasi dengan Kejaksaan atau Kepolisian supaya mendapatkan arahan terkait hal ini," ungkapnya.

Meskipun begitu, politisi Gerindra ini pun menerangkan agar pajak hotel ini sebenarnya pihak Java Lotus sudah mengambil pajak dari para konsumen yang menginap.

"Jadi seharusnya pajak dari para konsumen yang menginap tersebut sudah ada, tinggal membayarkan saja ke Bapenda. Tetapi ini tidak dilakukan dan ini bisa saja dimainkan di internal manajemen," pungkasnya.

Ardi pun menegaskan, kalau fasilitasi antara Bapenda dan Java Lotus sudah dilakukan 2 kali tetapi tidak ada hasil apapun.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X