Sarasehan ini dipungkasi oleh Ahmad Badrus Sholihin dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat dengan melihat perkembangan rokat dari perspektif Islam.
Menurut Badrus, rokat menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat dulu hingga perkembangannya sekarang mengalami islamisasi menjadi bentuk yang kini populer di masyarakat.
Acara berjalan dengan gayeng. Cerita-cerita tentang manuskrip kuno, tembang macapat, hingga tradisi mamaca disampaikan kepada para peserta yang mayoritas anak muda.
Munculah wawasan baru, kenapa dan bagaimana rokat digelar. Baik itu rokat pandhaba (pandawa), bhumih, beliunih, ngalle, tasek, disah, hingga rokat isra’ mi’raj.
Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat merasa memiliki tanggung jawab menghidupkan kembali tradisi yang mulai pudar itu.
Acara ini juga menjadi ruang diskusi tentang bagaimana tradisi rokat bertahan di tengah zaman yang terus berubah.
Peserta diajak untuk memahami macam-macam rokat di Jember dan bagaimana nilai-nilainya masih relevan hingga kini.
Dengan format yang interaktif dan mendalam, Merokat Kenangan menghidupkan kembali kekayaan tradisi yang sering terlupakan.
Sebagai bagian dari rangkaian menuju Kalisat Tempo Dulu 10, kegiatan ini didukung oleh Dana Institusional untuk Lembaga melalui Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan.
Dengan pendekatan yang kreatif dan inklusif, acara ini diharapkan menjadi referensi baru bagi seluruh peserta dan anggota Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat khususnya.
Sebuah upaya melanjutkan tradisi dan mencegah putusnya generasi pelaku rokat. Ruang Jumpa yang sederhana ini menjadi saksi bisu pertemuan cerita-cerita dari masa lalu yang penuh makna.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Menimbang Risiko Keberlanjutan Proyek Geothermal di Gunung Arjuno Welirang yang Mengancam Kelestarian Kawasan Lindung Beragam Biodiversitas, Siapkah?
Mengenang Jejak Resolusi Jihad, Kisah Heroik Perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang Lahir dari Kegelisahan KH Hasyim Asy'ari
Kabar Persidangan Muhriyono Petani Pakel Banyuwangi! Inilah Pasal yang Didakwakan Penuntut Umum, Ada Tuduhan dan Kontroversi di Balik Penangkapannya?
AJI Jember X Achmad Supandi Gelar Sketsa untuk Harapan, Mengubah Ilustrasi Jadi Alat Harapan bagi Korban Kekerasan Seksual
STOP Normalisasi Tren 'Laki-Laki Tidak Bercerita', Toxic Masculinity Bisa Mengancam Jiwa!