Minggu, 19 Juli 2026

Merokat Kenangan, Sebuah Upaya untuk Mengingat dan Belajar Tentang Tradisi Rokat di Kawasan Jember

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Minggu, 26 Januari 2025 | 14:42 WIB
Kegiatan Merokat Kenangan, Mengenal Tradisi Rokat di Kawasan Jember (Dok. SketsaNusantara.id)
Kegiatan Merokat Kenangan, Mengenal Tradisi Rokat di Kawasan Jember (Dok. SketsaNusantara.id)

Sarasehan ini dipungkasi oleh Ahmad Badrus Sholihin dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat dengan melihat perkembangan rokat dari perspektif Islam.

Menurut Badrus, rokat menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat dulu hingga perkembangannya sekarang mengalami islamisasi menjadi bentuk yang kini populer di masyarakat.

Baca Juga: Dorong Partisipasi Aktif Suarakan Hak Kelompok Rentan, Lembaga GPP Jember Gelar Pameran Karya Kreatif di Festival Jurnalis Warga

Acara berjalan dengan gayeng. Cerita-cerita tentang manuskrip kuno, tembang macapat, hingga tradisi mamaca disampaikan kepada para peserta yang mayoritas anak muda.

Munculah wawasan baru, kenapa dan bagaimana rokat digelar. Baik itu rokat pandhaba (pandawa), bhumih, beliunih, ngalle, tasek, disah, hingga rokat isra’ mi’raj.

Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat merasa memiliki tanggung jawab menghidupkan kembali tradisi yang mulai pudar itu.

Baca Juga: Rokat Massal di Puncak Badean: Perpaduan Tradisi Leluhur, Spiritualitas, dan Promosi Ekowisata yang Partisipasi Warga

Acara ini juga menjadi ruang diskusi tentang bagaimana tradisi rokat bertahan di tengah zaman yang terus berubah.

Peserta diajak untuk memahami macam-macam rokat di Jember dan bagaimana nilai-nilainya masih relevan hingga kini.

Dengan format yang interaktif dan mendalam, Merokat Kenangan menghidupkan kembali kekayaan tradisi yang sering terlupakan.

Baca Juga: Pameran Tunggal Pelukis Yos Suprapto di Galeri Nasional Ditunda, Gara-Gara Lukisan Jokowi? Netizen: Darurat Demokrasi

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Kalisat Tempo Dulu 10, kegiatan ini didukung oleh Dana Institusional untuk Lembaga melalui Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan.

Dengan pendekatan yang kreatif dan inklusif, acara ini diharapkan menjadi referensi baru bagi seluruh peserta dan anggota Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat khususnya.

Sebuah upaya melanjutkan tradisi dan mencegah putusnya generasi pelaku rokat. Ruang Jumpa yang sederhana ini menjadi saksi bisu pertemuan cerita-cerita dari masa lalu yang penuh makna.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X