Sejak bergabung dengan KlasterkuHidupku, para petani merasakan dampak yang signifikan. Program ini memberikan bantuan alat-alat pertanian seperti mesin cultivator, tangki semprot, dan pompa air lengkap. Selain itu, pendanaan tambahan yang disediakan BRI menjadi solusi penting untuk memperluas usaha.
Pelatihan yang diberikan juga membantu anggota klaster mengatasi tantangan utama, seperti serangan hama.
“Dengan pelatihan dari BRI, kami bisa belajar cara mengatasi hama yang sering menyerang saat cuaca panas,” jelas Fidayat.
Fidayat menyampaikan rasa syukur atas kontribusi BRI dalam mendukung kelompok mereka. Ia berharap kolaborasi ini terus berjalan, dengan lebih banyak bantuan yang diberikan untuk menunjang keberlanjutan usaha pertanian di Isano Mbias.
Di tingkat nasional, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menegaskan pentingnya pemberdayaan klaster usaha sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap UMKM. Dengan lebih dari 38.000 klaster usaha di seluruh Indonesia, BRI berperan besar dalam mendorong swasembada pangan.
Isano Mbias adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi dan pendampingan dapat mengubah kehidupan petani. Dengan potensi besar yang dimiliki, desa ini tak hanya menjadi penghasil sayur, tetapi juga inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kontroversi Klaim Mr Bert Soal Keamanan Siber, dari BRI hingga INAFIS, Pakar IT dan Menkomdigi Angkat Bicara
Rumah BUMN BRI Pekalongan Mengantarkan 1000 UMKM Menuju Sukses Global
Pencapaian Baru Dapen BRI: Sertifikasi ISO 31000 dan Komitmen pada Keberlanjutan Program
BRI Gandeng KPK, Perkuat Komitmen Anti Korupsi di Dunia Bisnis