SketsaNusantara.id - Pekalongan, sebuah kota yang terkenal dengan batiknya, tidak hanya menawarkan warisan budaya, tetapi juga menjadi pusat perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan dukungan Rumah BUMN BRI Pekalongan, lebih dari 1.000 UMKM telah berhasil naik kelas, membuka peluang lebih besar untuk bersaing di pasar lokal hingga global.
Keberhasilan Rumah BUMN BRI ini menunjukkan bagaimana pelatihan dan pendampingan yang tepat dapat memberdayakan pengusaha kecil.
Rumah BUMN BRI hadir sebagai jembatan yang menghubungkan UMKM dengan berbagai peluang yang ada.
Pelatihan mengenai digital marketing, manajemen operasional, dan foto produk, menjadi kunci bagi UMKM agar lebih kompetitif.
Program ini juga memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha dan berbagai pihak. Sebagai contoh, produk-produk seperti Snack Mak Juara dan Mara Collection kini sukses mendapatkan perhatian di pasar lebih luas.
Bahkan, hingga akhir tahun, 15 UMKM dari Pekalongan akan mengikuti pameran BRI UMKM Expo, sebuah event penting untuk memperkenalkan produk mereka.
Seorang fasilitator di Rumah BUMN BRI Pekalongan, Noviyanti, menjelaskan bahwa setiap bulan pihaknya menyelenggarakan hingga 20 pelatihan untuk membantu UMKM.
“Kami mendampingi UMKM dari tahap awal hingga mereka mampu naik kelas melalui berbagai pelatihan dan program,” jelas Novi.
Materi yang diajarkan tidak hanya seputar aspek teknis usaha, tetapi juga soft skills, seperti public speaking, yang meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM.
Semua ini bertujuan agar UMKM mampu berkembang di tengah tantangan pasar yang semakin ketat.
Artikel Terkait
Rekap BRI Journalism 360 Palembang: Diskusi Promedia dengan Insan Pers hingga Mahasiswa UNI Raden Fatah
BRI Buka Layanan Operasional Libur Nataru, Apa yang Beda Tahun Ini?
Beredar Video Dugaan Uang Palsu di ATM BRI Gowa, Warga Takalar Minta Maaf Setelah Klarifikasi
Dukungan BRI untuk Transformasi Desa Bansari: Sukses Budidaya Melon Premium
BRI Diklaim Jadi Korban Ransomware Bashe, Pakar IT Bongkar Kejanggalan Klaim Data Peretas