SketsaNusantara.id - Desa Bansari, terletak di lereng Gunung Sindoro, menjadi sorotan. Keberhasilannya mengembangkan Melon Premium berbasis hidroponik membuktikan potensi desa. Dengan dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, transformasi besar terjadi.
Melon Premium dari Bansari tidak hanya unggul, tapi juga berkelas dunia. Rasa lebih manis, tekstur sempurna, dan aroma memikat menjadi ciri khas. Melalui teknologi modern, petani di Bansari mencatatkan omzet hingga puluhan juta setiap panen.
Keberhasilan ini bukan hanya soal melon, tapi soal perubahan paradigma. Hidroponik menjadi solusi efektif, membawa pertanian desa ke tingkat baru. Greenhouse yang dikelola dengan baik menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Baca Juga: BRI Buka Layanan Operasional Libur Nataru, Apa yang Beda Tahun Ini?
Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tirta Sembada Hendi Nurseto menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara Melon Premium yang diproduksinya dengan melon konvensional.
“Melon Premium ditanam di dalam greenhouse dengan sistem hidroponik. Berbeda dengan melon biasa, Melon Premium memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang lebih wangi. Kualitas ini membuat produk kami memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjadi alternatif dari melon impor”, ujarnya.
BRI, sebagai pendukung utama, berperan vital dalam transformasi ini. Melalui pendanaan, akses teknologi, dan jaringan pasar, BRI membuka jalan. Para petani kini memiliki koneksi luas ke pasar nasional dan internasional.
Baca Juga: BRI Buka Layanan Operasional Libur Nataru, Apa yang Beda Tahun Ini?
Namun, perjalanan Bansari bukan tanpa tantangan. Berada di ketinggian 1.000–1.500 meter, adaptasi teknologi menjadi kunci. Dengan pendampingan berkelanjutan dari BRI, semua tantangan teratasi.
Desa Bansari kini menjadi model pertanian modern. Melalui sistem hidroponik di dalam greenhouse, melon berkualitas tinggi diproduksi. Sistem ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga efisiensi.
Petani Desa Bansari mampu memproduksi hingga 24 greenhouse melon setiap musim. Pemasarannya dilakukan melalui ritel modern, digital, dan packing house lokal. Pendekatan ini memangkas rantai distribusi, meningkatkan keuntungan.
Selain teknologi, petani menggunakan aplikasi BRImo dan QRIS untuk transaksi. Ini membuat pengelolaan bisnis menjadi lebih sederhana dan transparan. Digitalisasi menjadi bagian penting dari keberhasilan ini.
Dukungan BRI tidak hanya dalam bentuk pembiayaan. BRI juga memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengembangan agrowisata. Area UMKM dan fasilitas pendukung dibangun untuk menarik wisatawan.
Artikel Terkait
Natal dan Tahun Baru Makin Praktis! BRI Siapkan Triliunan Rupiah untuk Kebutuhan Masyarakat
BRI Journalism 360 2024 akan Digelar di Palembang, Hadirkan Gubenur Sumsel Terpilih Herman Deru Sebagai Keynote Speaker
BRI Hadirkan Layanan Keuangan Prima dengan 1 Juta AgenBRILink Nataru Ini
Dukung Era Digital, BRI dan Artajasa Perkenalkan Layanan Penarikan Uang Tanpa Kartu untuk Nasabah di Seluruh Indonesia
Kembali Catat Prestasi, BRI Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024