Meskipun demikian, penyebab pasti kecelakaan Jeju Air ini belum dapat dipastikan.
Pihak berwenang Korea Selatan, bersama dengan pakar penerbangan, masih terus melakukan penyelidikan terkait insiden ini.
Jeju Air mengungkapkan belasungkawa mendalam atas kecelakaan tersebut. CEO maskapai menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.
Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak berwenang akan memeriksa apakah benar adanya malfungsi yang disebabkan oleh serangan burung, serta faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden penerbangan yang mengingatkan pentingnya keselamatan dalam transportasi udara, serta bagaimana tragedi semacam ini bisa terjadi akibat sejumlah faktor yang tak terduga.
Saat ini, seluruh dunia menunggu penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan ini, sementara keluarga korban masih berduka atas kehilangan yang begitu mendalam.
Akibat peristiwa nahas ini, Pihak Kementerian Pertanahan, Jnfrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan akan menutup Bandara Muan hingga 1 Januari 2025 mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Hasto Kristiyanto PDIP Jadi Tersangka KPK, Sayembara Tangkap Harun Masiku Berhadiah Miliaran Rupiah Masih Berlaku?
Prabowo Sapa Pemuka Agama di Natal Nasional: Doa Persatuan Menggetarkan Hati
Presiden Prabowo Sebut Tak Ada Libur karena Pemerintah Kerja Demi Kepentingan Rakyat
Kaesang Pangarep Disebut Punya Anak dari Felicia Tissue hingga Iriana Dituding Paksa Bunuh Bayi Putra Bungsunya, Beneran?