Pada Pileg 2019, calon legislator PDIP peraih suara terbanyak setelah Nazarudin Kiemas di dapil Sumatera Selatan I adalah Riezky Aprilia.
Rapat Pleno KPU pun memutuskan Riezky Aprilia sebagai pengganti adik Taufik Kiemas tersebut.
Namun hasil Rapat Pleno PDIP pada Juli 2019 memutuskan Harus Masiku sebagai pengganti Nazarudin Kiemas.
Hasto Kristiyanto yang saat itu menjabat sebagai Sekjen PDIP mengungkapkan alasan partai lebih memilih Harun Masiku.
“Karena yang bersangkutan punya latar belakang yang baik,” tuturnya kepada wartawan pada 24 Januari 2020 lalu.
Singkatnya, PDIP pun meminta secara resmi kepada KPU agar suara Nazarudin Kiemas dialihkan kepada Harun Masiku.
KPU pun menggelar rapat Pleno pada Agustus 2019 yang hasilnya menolak permintaan PDIP.
Tak kehilangan akal, melalui mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina, PDIP meminta dihubungkan dengan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Ia pun setuju meloloskan Harun Masiku melalui mekanisme PAW (Penggantian Antar Waktu) dengan uang pemulus yang cukup fantastis.
Dikutip dari kanal YouTube MD Universe, Harus Masiku dikabarkan telah menyiapkan uang Rp850 juta hingga Rp1.5 miliar untuk memuluskan rencana tersebut.
Pada 23 Desember 2019, Harun Masiku dikabarkan menyerahkan uang Rp850 juta kepada Riri, anggota staf PDIP di kantor Hasto Kristiyanto yang beralamat di Jalan Sultan Syahrir Nomor 12A.
Artikel Terkait
Viral Dugaan Pungli Kepala Sekolah Minta Orang Tua Beli Tempat Makan untuk Program Makan Gratis Pemerintah, Gercep Direspons Gerindra
Tersangka Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis Divonis Penjara 6,5 Tahun dari Tuntutan 12 Tahun, Suami Sandra Dewi Masih Mau Ajukan Banding?
5 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMP Asal Bogor Tabrak Truk di Tol Pandaan-Malang! Jumlah Korban hingga Kronologi
12 Tahun Terlalu Berat! Harvey Moeis Kini Divonis Penjara 6,5 Tahun, Netizen Bandingkan Tersangka Kasus Korupsi Timah dengan Maling Ayam
Pernah Viral Ribut Masalah Parkir, Dokter Koas Vinny Fladiniyah Kini Aniaya Penjual Makanan! Cuma Gara-Gara Topping?
Peristiwa Mahasiswa Unej Diduga Bundir, Wakil Rektor III Pastikan Korban Lompat dari Lantai 8
Hasil Autopsi Jenazah Mahasiswa FISIP Unej yang Lompat dari Lantai 8, Warek Kampus: Kondisinya Patah Tulang di Beberapa Bagian