SketsaNusantara.id - Belum lama ini beredar video viral seorang pria yang mencubit anak laki-laki di Surabaya.
Video tersebut direkam salah satu pengendara dari dalam mobil yang kemudian diunggah di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berkacamata memakai helm dan masker menggendong anak laki-laki di pinggir jalan.
Sekilas tak ada yang aneh, namun beberapa kali tangan kanan pria itu diam-diam mencubit anak laki-laki yang digendongnya dan terlihat seperti melakukan kekerasan pada anak.
Beberapa kali tangan pria tersebut mencubit paha kiri anak laki-laki berbaju kuning hingga terlihat sang anak menangis dan teriak "ampun" berulang kali.
Anak tersebut tampak tak nyaman meski kakinya beberapa kali dicubiti pria misterius hingga membuat pengendara mobik yang melintas khawatir dan meminta bantuan netizen memviralkan video agar pria tersebut diamankan petugas kepolisian.
"Bantu viralin, temanku baru saja melihat kekerasan terhadap anak. Terlepas dari apapun salah anak laki-laki itu, harusnya bukan dengan cara mencubit berkali-kali apalagi sampe anaknya menangis minta ampun," tulis salah satu warganet dikutip SketsaNusantara.id dari video viral yang diunggah akun Instagram @surabayaterkini pada hari Kamis, 12 Desember 2024.
"Posisi temanku saat itu berdua bersama anak kecil dan gak ada orang lain. Kami takut akan ada kejadian mengerikan setelah ini. Mohon bantu jika ada yang mengenali adik dalam video," imbuhnya.
Warganet yang mengunggah video tersebut mengaku melihat pria melakukan kekerasan tersebut di depan Hotel Leedon yang berada di Jl. Jaksa Agung Supratpo, Surabaya pada hari Kamis, 12 Desember 2024 sekitar pukul 11.23 WIB.
Video tersebut lantas mencuri perhatian publik hingga jadi viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang merasa kasian dengan nasib sang anak bahkan menduga terjadi penculikan.
"Ya Allah kasian anaknya, berontak ity mungkin kesakitan sampe nangis minta ampun. Curiga jangan-jangan anak itu korban penculikan, semoga ada kabar lanjutan," komentar salah satu netizen.
Artikel Terkait
Ketua DPC PKB Jember Ayub Desak Bupati Hendy Minta Maaf, Usai Ngomong Honor Guru Ngaji Bakal Naik Jadi Rp2,5 Juta Tahun Depan
Komisi D DPRD Jember Bantah Bakal Ada Kenaikan Honor Guru Ngaji di Tahun 2025, Sunarsi: Kalau Ada Tambahan Dibahas di PAPBD
Jadi Narasumber Talkshow Suara Dewan, Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama Singgung Asas Keadilan
Dokter Koas yang Tak Terima Jadwal Jaga di Hari Libur Ternyata Anak Pejabat, Harta Kekayaan Sang Ayah Jadi Sorotan, Banyak yang Tidak Dilaporkan?
Menyalahgunakan Kekuasaan? Lady Mahasiswi Koas Viral Disebut Dapat Perlakuan Istimewa Selama Koas: Dapat Ruang Khusus VVIP!