SketsaNusantara.id - Baru-baru ini beredar video seorang dokter koas yang mendapat penganiayaan diduga dari seorang sopir ibu dari seorang mahasiswi koas lain.
Keduanya merupakan mahasiswa koas dari Universitas Sriwijaya (Unsri).
Berdasarkan video serta informasi yang beredar, penganiayaan tersebut terjadi karena mahasiswa koas itu tak terima dengan jadwal jaganya, yaitu jaga pada saat libur Natal dan Tahun Baru.
Viralnya video penganiayaan chief koas tersebut berbuntut panjang.
Diduga sosok mahasiswi koas yang tak terima mendapat jadwal jaga di libur Natal dan Tahun Baru ini merupakan anak pejabat.
Hingga terungkap bahwa mahasiswi koas tersebut merupakan putri dari Dedy Mandarsyah, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sontak saja harta kekayaan Dedy Mandarsyah pun tak luput dari sorotan.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @musgiftah, akun tersebut mengunggah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Dedy Mandarsyah.
Dari LHKPN tersebut, Dedy Mandarsyah menyebut bahwa ia melaporkan memiliki tiga bidang tanah dan bangunan di daerah Jakarta Selatan dengan nilai sebesar Rp750.000.000.
Kemudian pada kategori alat transportasi dan mesin, Dedy Mandarsyah mencantumkan satu unit mobil Honda CRV seharga Rp450.000.000 yang disebutnya sebagai hadiah.
Selanjutnya yaitu harta kekayaan berupa harta bergerak lainnya senilai Rp830.000.000, surat berharga Rp670.700.000, kas dan setara kas sebesar Rp6.725.751.869.
Artikel Terkait
Berkunjung, Istri Pj Bupati Borong Produk Busana SMKN 2 Bondowoso Serta Apresiasi Produk Kuliner dan Layanan Hotel
Sujiwo Tejo Sebut Bercandaan Gus Miftah pada Yati Pesek Sudah Biasa, Benarkah Guyonan Menyindir Fisik Dianggap Wajar dalam Pagelaran Wayang?
Kucing Kesayangan Prabowo, Bobby Kertanegara Dapat Hadiah Cat Villa dari Kedubes Tiongkok, Netizen Singgung Soal Gratifikasi: Segera Lapor 'KPK'
Megahnya 'Istana' Baru Milik Bobby Kertanegara, Segini Harga Cat Tree Hadiah dari Kedubes Tiongkok, Setara 10 Gram Emas?
Instagram BPJN Kalimantan Barat Kena Serang Netizen, Imbas Insiden Penganiayaan Dokter Koas FK UNSRI Palembang