SketsaNusantara.id - Verrell Bramasta turut mengomentari aksi Gus Miftah yang mencaci pedagang es teh di acara pengajian beberapa waktu lalu.
Hal ini berawal dari Verrell Bramasta yang mengunggah sebuah video saat ia berbicara di forum Internasional.
Dalam forum tersebut, Verrell Bramasta membahas perihal implementasi AI dalam bidang kesehatan yang disampaikannya secara fasih dalam Bahasa Inggris.
"Tema hari ini adalah konsiderasi implementasi AI pada bidang kesehatan,"
"Ini pertanyaan dari saya untuk WHO, mohon maaf jika kurang-kurang, baru perdana bicara di forum Internasional. Semoga lebih baik lagi kedepannya," tulisnya.
Unggahan Verrell ini menuai beragam respon positif dari warganet.
Namun diantara ribuan komentar itu, ada 1 komentar warganet yang menanyakan tanggapan Verrell atas viralnya polemik Gus Miftah.
"Kak gimana pendapat kak verrel yg saat ini lagi viral mengenai penjual es teh yg di hujat oleh Gus Miftah, gimana dari pendapat kak Verrel. Apakah kak Verrel akan ikutan membantu Bapaknya si penjual es teh kak?," tanya warganet, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @bramastavrl.
Pertanyaan itu mendapat jawaban langsung dari Verrell.
Putra Venna Melinda ini menjawab bahwa baginya, adab lebih penting daripada ilmu.
"Saya selalu mengatakan bahwa adab di atas ilmu. Merendahkan seseorang tidak membuat kita lebih tinggi," katanya.
Artikel Terkait
Sangat Menyayangkan dan Anggap Tak Sesuai Harapan Presiden, Inilah Tanggapan Puan Maharani terhadap Kasus Gus Miftah
Anggota Komisi VIII DPR RI Sebut Perkataan Gus Miftah Merendahkan Penjual Es Teh Termasuk Perundungan Verbal: Pejabat Publik Harus Paham Etika
Heboh Lagi! Gus Miftah Gelar Sholawat dan Ngaji Happy Bareng Penjual Es Teh, Netizen Geram: Niradab Kok...
Berkaca Lewat Hinaan Gus Miftah, Tretan Muslim Ajarkan Cara Ngelawak yang Baik dan Benar: Pemuka Agama Jangan Bawa...
Viral Video Gus Miftah Sebut Yati Pesek Jelek hingga PSK 'Expired', Aktivis Perempuan Kalis Mardiasih: Guyonannya Sangat Merendahkan Wanita
Siapa Habib Zaidan? Ini Silsilah Ketua Majelis Sholawat Sekar Langit yang Terseret Ulah Gus Miftah