Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Saja yang Bisa Dipanggil Gus? Ini Asal Mula Gelar yang Jadi Sorotan Usai Aksi Miftah Maulana di Magelang Viral

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 Desember 2024 | 06:30 WIB
Penggunaan gelar gus yang kembali viral usai sikap Gus Miftah pada penjual es teh (Instagram @gusmiftah)
Penggunaan gelar gus yang kembali viral usai sikap Gus Miftah pada penjual es teh (Instagram @gusmiftah)

SketsaNusantara.id - Miftah Maulana Habiburrahman bukanlah satu-satunya sosok yang menyematkan gelar Gus di depan namanya.

Sejumlah tokoh lainnya juga memiliki gelar gus di depan namanya seperti ulama Gus Baha hingga Menteri Sosial Gus Ipul.

Belakangan, penggunaan gelar gus menjadi sorotan usai sikap Gus Miftah saat menghadiri sebuah acara di Magelang viral.

Baca Juga: Hina Penjual Es Teh dengan Kata-kata Kasar, Kuasa Hukum Gus Miftah Pasang Badan: Hanya Guyonan Biasa

Pria berusia 43 tahun ini mengeluarkan kata umpatan kepada penjual es teh tersebut.

Gus Miftah pun mengaku bahwa umpatan ‘goblog’ yang ia ucapkan hanyalah candaan.

Hal ini membuat publik kembali mempertanyakan penggunaan hingga makna gelar gus yang disandang Gus Miftah.

Baca Juga: Siapa Sosok Penjual Es Teh yang Diolok-olok Gus Miftah? Inilah Identitas Asli Warga Grabag Itu, Bakal Dapat Umroh Gratis

Publik khususnya netizen menilai sikap Gus Miftah tak sesuai dengan gelar tersebut.

Lantas apa itu gelar gus dan siapa saja yang bisa menyandangnya?

Menurut ulama Buya Yahya, Gus merupakan panggilan atau gelar yang diberikan kepada anak kyai.

Baca Juga: Siapa Pria di Samping Gus Miftah yang Tertawa Lepas saat Penjual Es Teh Dimaki-maki? Ternyata Kyai Terkenal dan Punya Ponpes?

“Gus itu adalah gelar yang diberikan oleh para pecinta kyai untuk anak-anak kyai,” ujarnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Anas Anan Channel.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, gelar ini cukup umum disematkan pada anak kyai saat ia lahir.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube Anas Anan Channel, Bausastra Jawa-Indonesia, S Prawiroatmodjo, 1985, Gunung Agu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X