Minggu, 19 Juli 2026

Disebut Pengangguran oleh Suswono, Inilah Kisah Gelar yang Diterima Nabi Muhammad di Dunia Perdagangan Jauh Sebelum Bertemu Siti Khadijah

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 28 Oktober 2024 | 22:23 WIB
Ilustrasi pedagang Arab (Pixabay pexelRaw)
Ilustrasi pedagang Arab (Pixabay pexelRaw)

 

SketsaNusantara.id - Kritik terhadap cawagub nomer 1 Suswono, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Ridwan Kamil terus berdatangan usai ia mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

Pernyataan kontoversial itu adalah ketika ia mengatakan program kesejahteraan sosialnya akan menyentuh semua kalangan termasuk janda miskin.

Namun Suswono menyarankan agar janda kaya menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama untuk laki-laki dengan ekonomi rendah.

Baca Juga: Kurang Ajar hingga Red Flag, Reaksi Publik Atas Usulan Suswono agar Janda Kaya Nikahi Pria Muda Pengangguran

Dalam pernyataan kontroversialnya, Suswono mencontohkan Siti Khadijah, janda kara raya yang kemudian menikahi Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan itulah yang kemudian mendatangkan polemik karena sebagai umat muslim kita harus memahami bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang pengangguran sebelum menikah dengan janda kaya raya yang bernama Siti Khadijah RA.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman muhammadiyah.or.id, sebelum menikah dengan Siti Khadijah, Nabi Muhammad dikenal sebagai seorang penggembala di daerah Bani Sa'd.

Baca Juga: Singgung Kisah Khadijah dan Nabi Muhammad, Usul Suswono Janda Kaya Nikahi Pria Pengangguran Tuai Kecaman Publik: Ngawur!

Sebagai penggembala di alam terbuka, disanalah ia belajar tentang arti ketekunan, tanggung jawab, kuat serta penuh kasih sayang kepada siapapun.

Setelah itu beliau juga kerap menemani Abu Thalib sang paman dalam perdagangan sehingga Nabi Muhammad juga memiliki pengalaman tentang seluk beluk perdagangan.

Untuk itulah karena kejujurannya dalam berdagang, Nabi Muhammad SAW kemudian mendapatkan julukan Al-Shafiq sebagai orang yang jujur serta Al-Amin sebagai seseorang yang bisa dipercaya.

Baca Juga: Survei LSI Elektabilitas Pasangan Ridwan Kamil-Suswono Unggul di Pilgub Jakarta 2024, Pramono dan Rano Enggan Ambil Pusing

Artinya Nabi Muhammad SAW mendapatkan dua julukan itu saat berdagang sebelum ia bertemu dengan Siti Khadijah, lalu bagaimana bisa Nabi Muhammad dikatakan sebagai pengangguran?

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: muhammadiyah.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X