Kejujuran serta dapat dipercaya itulah yang kemudian membuat Siti Khadijah akhirnya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.
Dua sifat yang disandang pemuda bernama Muhammad itu pula yang membuat Abu Thalib sang paman yang kemudian merekomendasikannya ketika Siti Khadijah mencari seseorang yang bisa dipercaya olehnya untuk melakukan perdagangan ke Suriah pada tahun 595 M.
Nabi Muhammad SAW kemudian ditemani pelayan Siti Khadijah yang bernama Maisarah (laki-laki) dalam menjalankan tugasnya berdagang ke Suriah.
Sebab itulah Siti Khadijah mendapatkan banyak laporan dari Maisarah bagaimana luhurnya budi pekerti pemuda bernama Muhammad tersebut.
Selain jujur, santun dan berbudi luhur, kala itu Nabi Muhammad SAW juga memperoleh keuntungan yang lebih besar dari biasanya. Hal itulah yang kemudian membuat Siti Khadijah tertarik untuk lebih mengenal pemuda yang lebih muda 15 tahun darinya tersebut.
Baca Juga: Tak Direspons, Ridwan Kamil Hubungi Anies Baswedan untuk Silaturahmi, Suswono: Nanti Nunggu...
Sebab itulah Siti Khadijah kemudian mengutus temannya yang bernama Nafisah, untuk menyampaikan minatnya untuk menikahi Muhammad SAW dan rupanya niatnya tersebut disambut baik.
Maka terjadilah kesepakatan keluarga, Hamzah paman Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Amr ibn Asad, paman Siti Khadijah untuk membicarakan pernikahan.
Setelah pernikahan, Siti Khadijah, janda yang kaya raya tersebut mendampingi Nabi dengan penuh kesetiaan, ia juga menjadi pilar penyangga yang menguatkan nabi ketika menghadapi masa-masa berat berdakwah ketika beliau menjalani kenabian hingga istri tercinta wafat mendahuluinya.
Dari kisah di atas sudah jelas bahwa Nabi Muhammad SAW telah terlibat dalam perdagangan dan memiliki reputasi yang baik di kalangan masyarakat Quraisy sebelum beliau bertemu Siti Khadijah.
Hal ini menunjukkan bahwa beliau tidak hanya memiliki pekerjaan, tetapi juga dihormati karena integritasnya dalam berbisnis dan beliau juga peroleh gelar Al-Amin dan Al-Shafiq.
Sebab itulah pernyataan tentang janda kaya raya menikahi pemuda pengangguran dengan meriwayatkan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah sangatkah tidak tepat, apalagi dijadikan bahan candaan.
Artikel Terkait
Amalan agar Sukses dalam Karir dan Pekerjaan dari Ijazah KH Muhammad Bakhiet, Bacalah Doa Ini Sebanyak...
Amalan agar Seseorang Berhenti Merokok dari Muhammad Mas'ud, Bacalah Doa Iniā¦
Amalan agar Beras Tidak Habis dari Ustadz Muhammad Idris, Bacalah Potongan Surat Pendek Ini...
Amalan Ajaib agar Terlindung dari Serangan Ilmu Santet oleh KH Muhammad Mukti, Rajin Baca Doa Ini!
Perlukah Memperingati Maulid Nabi? Inilah Hakikat Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Buya Yahya: Bukan Mengarah ke...
Asal Usul Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Siapa Pencetusnya? Ternyata Diinisiasi Kelompok dari Afrika Utara
Cara Menjadi Orang yang Lebih Menarik, Gus Iqdam Jelaskan Syarat sesuai Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW