Kamis, 4 Juni 2026

Sempat Trending, Inilah Asal Mula Istilah Serangan Fajar yang Kerap Jadi Perbincangan pada Musim Pemilu dan Dampaknya bagi Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 27 November 2024 | 19:15 WIB
Video parodi serangan fajar yang kerap dilakukan timses yang beredar di media sosial dan ramai jadi perbincangan hangat netizen di pilkada 2024  (X/kumifigo)
Video parodi serangan fajar yang kerap dilakukan timses yang beredar di media sosial dan ramai jadi perbincangan hangat netizen di pilkada 2024 (X/kumifigo)

Selain itu, dampak terbesar dari serangan fajar bisa menciptakan pemimpin yang tidak kompeten, karena kandidat yang terpilih melalui serangan fajar cenderung tidak berorientasi pada pelayanan publik.

Burhanuddin Muhtadi, dalam bukunya, "Kuasa Uang, Politik Uang dalam Pemilu Pasca Orde Baru" berdasarkan hasil penelitiannya di lapangan menyatakan bahwa demokrasi elektoral di Indonesia telah dikorupsi oleh praktik jual beli suara yang tak hanya terjadi di pemilu nasional, tetapi juga pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada.

Baca Juga: Minibus Pembawa 'Serangan Fajar' di Luwu Timur Diserang Warga karena Diduga Memuat Money Politik, Juru Bicara Pasangan Calon Berikan Pernyataan Ini...

Meski kandidat yang dituding melakukan serangan fajar dan melakukan politik uang sebelum pemilu, selalu beralasan dengan dalih ingin memberikan sedekah pada rakyat kecil.

Para penerima juga merasa tidak keberatan dengan pemberian sembako atau uang yang kerap terjadi menjelang pemilu, padahal tindakan tersebut dilihat sebagai bentuk suap terhadap suara mereka sehingga mereka akhirnya memilih bukan berdasarkan hati nurani hanya karena "sungkan" telah diberi bantuan uanb.

Serangan fajar juga merupakan bentuk dukungan terhadap praktik tindakan korupsi di Indonesia yang harus diberantas untuk menciptakan pemilu yang lebih bersih dan demokratis.

Baca Juga: Semarak Pilkada Serentak 2024, Antusiasme Warga Sambut Prabowo Subianto Saat Nyoblos di TPS Bojong Koneng

Partisipasi masyarakat dalam menolak politik uang menjadi kunci penting menuju masa depan politik yang lebih sehat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: aclc.kpk.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X