Sabtu, 18 Juli 2026

Profil Tom Lembong Mantan Mendag Era Jokowi yang Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Impor Gula

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 10:30 WIB
Tom Lembong. (Instagram.com/@tom_lembong)
Tom Lembong. (Instagram.com/@tom_lembong)

 

SketsaNusantara.id – Berita mengejutkan datang dari Thomas Trikasih Lembong yang akrab dipanggil Tom Lembong yang akhirnya menjadi sorotan publik.

Tom Lembong dikabarkan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan.

Mantan Menteri Perdagangan era Jokowi itu diduga terlibat dalam perizinan impor gula yang mengakibatkan merugikan negara. Ia diduga melakukan korupsi itu bersama dengan Direktur Pengembangan Indonesia atau PPI periode 2015-2016.

Baca Juga: Pernah Duduki Jabatan Penting di BUMN, Ini Rekam Jejak Charles Sitorus yang Ikut Terseret Kasus Korupsi Impor Gula Bareng Tom Lembong

Dalam konferensi pers pada Selasa, 29 Oktober 2024, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus yakni Abdul Qohar mengatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan usai dikumpulkannya bukti yang cukup dan menguatkan adanya korupsi tersebut.

Abdul Qohar juga mengatakan bahwa kasus ini bermula pada tahun 2015 ketika Kementerian Perdagangan yang dikepalai Tom Lembong mengeluarkan izin impor gula Kristal mentah sebanyak 105.000 ton untuk PT AP lalu diolah menjadi gula Kristal putih.

Izin tersebut dinilai tidak sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian maupun keputusan rapat koordinasi antar kementerian yang pada waktu itu menyatakan Indonesia tengah mengalami surplus gula dan tidak diharuskan untuk impor.

Baca Juga: Kisah Cinta Tom Lembong dan Ciska Wihardja: Jatuh Hati di Waktu yang Tepat

Berikut ini adalah profil dari Tom Lembong sosok menteri perdagangan era Jokowi yang diisukan tersandung koeupsi impor gula yang dilansir oleh SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.

Tom Lembong lahir pada 4 Maret 1971 mempunyai karier pertamanya di perusahaan-perusahaan ternama seperti Deutsche Bank dan Morgan Stanley.

Ia juga diketahui berkarier di luar negeri dan setelah itu kembali ke Indonesia terjun dalam restrukturisasi perbankan nasional melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN.

Ia juga memperluas pengalamannya di Farindo Investments dan menjadi CEO serta Managing Partner di Quvat Capital.

Ia juga berkarier sebagai presiden komisaris PT Graha Prima (Blitz Megaplex) yang dikenal sebagai CGV Cinemas.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X