SketsaNusantara.id - Belakangan ini, karangan bunga dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM FISIP Unair yang ditujukan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka jadi polemik di tengah masyarakat hingga memicu kontroversi.
Dalam karangan bunga yang viral di media sosial, Prabowo disebut sebagai "jenderal bengis," sementara Gibran dilabeli "admin Fufufafa."
Penyebutan ini tidak hanya mencerminkan kritik, tetapi juga memunculkan perdebatan di media sosial.
Ucapan dalam karangan bunga BEM FISIP Unair dinilai menghujat dan melontarkan ujaran kebencian yang termasuk penghinaan pada pemimpin negara.
Selain itu, ucapan satire tersebut juga dinilai melewati batas dan bukan sekadar ucapan satir yang mengkritik pemerintah.
Lantas, apa perbedaan perkataan satire dengan ujaran kebencian? Benarkah ucapan yang dilontarkan BEM FISIP Unair dikatakan sebagai penghinaan ketimbang kritik pada pemerintah?
Baca Juga: Vonis Makin Berat! Skandal Korupsi Emas Antam Seret Nama Budi Said dan Para Mantan Pejabat
Dilansir SketsaNusantara.id dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), satire merupakan gaya bahasa yamg digunakan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang.
Satire adalah bentuk kritik yang menggunakan humor, ironi, atau sindiran untuk mengeksplorasi dan mengecam kebijakan atau perilaku tertentu.
Dalam konteks ini, BEM FISIP Unair menggunakan satire untuk menyoroti masalah pelanggaran HAM dan kurangnya respons pemerintah terhadap isu-isu penting yang terjadi di Indonesia.
Kritik yang disampaikan melalui karangan bunga mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap tindakan pemerintah yang dianggap abai.
Tentu hal ini berbeda dengan ujaran kebencian atau hujatan, seperti komentar netizen yang ramai dilontarkan di media sosial.
Artikel Terkait
Sejak 2013, Klaster Usaha Manggis di Bali Makin Laris Didorong Program Pemberdayaan BRI
Inilah Alasan Mengapa Gibran Rakabuming Raka Pulang Duluan dari Akmil Magelang, Ternyata Menghadiri Kegiatan Ini
Gempa Bali 4,4 Magnitudo Guncang Kuta Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada
Adu Pendidikan Najwa Shihab vs Nikita Mirzani, Ada yang Pernah Nyantri di Pesantren, Siapa?
Polemik Karangan Bunga Satir BEM FISIP Unair yang Dianggap Penghinaan pada Presiden, Netizen Ungkit Perkataan Prabowo soal Etika
Breaking News! Prof. Bagong Suyanto Cabut SK Pembekuan BEM Fisip UNAIR