SketsaNusantara.id – Bawaslu Jember mendapat sorotan tajam setelah hanya menjatuhkan sanksi peringatan kepada dua komisioner Panwascam Kecamatan Jelbuk, Nur Hidayat dan Dinda, yang terbukti melanggar kode etik dalam Pilkada Jember 2024.
Keputusan ini dianggap tidak adil oleh pihak pelapor, Rahmad Hidayat, dari tim Paslon nomor urut 2, yang menuduh ada upaya perlindungan terhadap pelanggar.
Kasus ini mencuat ketika Rahmad melaporkan 15 penyelenggara Pemilu di Kecamatan Jelbuk atas dugaan ketidaknetralan.
Namun, hanya dua orang yang dijatuhi sanksi, sementara 10 lainnya dinyatakan tidak terbukti bersalah.
Rahmad mengungkapkan bahwa bukti-bukti yang diajukan, seperti keterlibatan para terlapor dalam grup WhatsApp “Medan Juang Jelbuk 24” dengan logo banteng, seharusnya sudah cukup kuat untuk menjatuhkan sanksi berat.
"Kami kecewa berat, mereka terbukti menjadi admin grup WhatsApp yang jelas-jelas mengarahkan kemenangan Paslon nomor 1. Anehnya, hanya peringatan yang diberikan," tegas Rahmad.
Baca Juga: Polemik Bansos Jember Dihentikan Sementara, Wakil Ketua DPRD Dedy: Janganlah Semua Dipelintir
Selain itu, Rahmad juga mengungkap bukti foto beberapa anggota PPK dan PPS yang berfoto bersama anggota DPRD dari fraksi PDIP, Candra, yang seharusnya menunjukkan keberpihakan mereka. Namun, Bawaslu Jember tetap memberikan hukuman yang dianggap ringan.
Ketua Bawaslu Jember, Sanda Aditya Pradana, mengakui bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan dan menjatuhkan punishment kepada badan Ad Hoc terkait. Namun, pihak pelapor merasa keputusan ini melindungi pelanggar kode etik.
Merasa tidak puas, Rahmad dan timnya berencana mengajukan keberatan ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan DKPP RI.
"Kami menduga ada keberpihakan dalam keputusan ini, dan akan melaporkannya ke tingkat yang lebih tinggi," tandas Rahmad.
Kasus ini menambah panjang catatan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pengawas Pemilu di Jember, khususnya terkait integritas dan netralitas dalam menghadapi pelanggaran.***
Artikel Terkait
Viral Bikin Geli! Tingkah Ibu Pengendara Sepeda Motor di Lampu Merah Bikin Netizen Geleng Kepala, Lokasi di Jember?
Cawabup Jember Djoko Susanto Ingin Pemerintah Menjadi Stimulus Ekonomi Mandiri Pesantren
SPSI Deklarasikan Dukungan untuk Gus Fawait, Berharap Ada Perubahan untuk Jember Lebih Maju
2 Jam Jadi Bahan Roasting Komika Jember, Gus Fawait Puji Gaya Kritis Anak Muda
3 Lokasi Nobar Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jember, Catat di Sini untuk Saksikan Keseruan Laga Timnas Indonesia Vs China
Polemik Utang Program JPK Sekitar 72 Miliar, Komisi D DPRD Jember Segera Panggil Dinkes dan 3 RSD