5. Membuat compound tersentralisasi dengan tempat tinggal, pasar hingga sekolah serta simpul transportasi terkonsolidasi dalam jarak 500 meter.
6. Menyediakan tempat parkir yang aman serta nyaman.
Sayangnya, solusi budaya antre dalam kurikulum pendidikan langsung diprotes netizen.
Pasalnya, netizen menilai solusi tersebut tidak bisa mengatasi macet.
“Please jangan gila deh, percua dibuat kurikulum, nggak ngaruh atasi macet,” tulis salam satu netizen.
Selain itu, netizen lain juga menilai jeda waktu 10 menit dinilai terlalu lama.
“Dharma Pongrekun on kemacetan: Tak perlu menambah armada dulu. Manajemen Transjakarta perlu diperkuat, agar antar bis berjarak (10 menit) .We demand 3 minutes at max FFS!” tulis netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Profil Dharma Pongrekun, Calon Gubernur Jakarta yang Sebut Covid Agenda Asing, Lulusan Akpol Berpangkat Jenderal Bintang 3
5 Kontroversi Dharma Pongrekun, Percaya Konspirasi Covid hingga Sebut LGBT Sudah Disiapkan Sejak TK
Dharma Pongrekun Ingin Mandirikan Internet dan Sebut AI adalah Alat Mata-Mata Intel, Publik: Pakar Teori Konspirasi..
Dianggap Mirip Lord Rangga, Ternyata Ini Persamaan Dharma Pongrekun dengan Petinggi Sunda Empire, Netizen: Reinkarnasi
Dharma Pongrekun Sebut AI Sebagai 'Mata-Mata', Pakar Medsos Ismail Fahmi: Problem Jakarta yang Kompleks Dihadapi dengan Teori Konspirasi
Mengaku Tidak Punya Uang, Segini Harta Kekayaan Dharma Pongrekun, Meningkat 200 Persen Setelah Kerja di BSSN