SketsaNusantara.id - Kemacetan menjadi salah satu masalah yang diangkat dalam debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang digelar pada Minggu, 6 Oktober 2024.
Dalam debat yang ditayangkan secara live tersebut, ketiga pasangan calon (paslon) mengutarakan ide atau solusinya dalam mengatasi macet Jakarta.
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun menjabatkan 7 solusi yang sudah ia siapkan dalam mengatasi macet Jakarta.
Salah satunya adalah memasukkan budaya antre dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk adab.
“Perlu ditanamkan budaya antre kepada anak-anak, masukkan ke dalam kurikulum supaya budaya antre ini ada di dalam adab kita,” tuturnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube KPU Provinsi DKI Jakarta.
Selain memasukkan budaya antre dalam kurikulum pendidikan, berikut ini 6 solusi yang ditawarkan Dharma Pongrekun untuk atasi macet Jakarta.
1. Tidak perlu menambah armada namun mengoptimalkan manajemen yang sudah ada.
2. Memastikan jeda angkuta umum yaitu per 10 menit
3. Perlakukan khusus bagi lansia, ibu hamil, anak-anak dan penyandang disabilitas.
4. Kendaraan harus nyaman dengan AC yang dingin serta tidak pengap.
Artikel Terkait
Profil Dharma Pongrekun, Calon Gubernur Jakarta yang Sebut Covid Agenda Asing, Lulusan Akpol Berpangkat Jenderal Bintang 3
5 Kontroversi Dharma Pongrekun, Percaya Konspirasi Covid hingga Sebut LGBT Sudah Disiapkan Sejak TK
Dharma Pongrekun Ingin Mandirikan Internet dan Sebut AI adalah Alat Mata-Mata Intel, Publik: Pakar Teori Konspirasi..
Dianggap Mirip Lord Rangga, Ternyata Ini Persamaan Dharma Pongrekun dengan Petinggi Sunda Empire, Netizen: Reinkarnasi
Dharma Pongrekun Sebut AI Sebagai 'Mata-Mata', Pakar Medsos Ismail Fahmi: Problem Jakarta yang Kompleks Dihadapi dengan Teori Konspirasi
Mengaku Tidak Punya Uang, Segini Harta Kekayaan Dharma Pongrekun, Meningkat 200 Persen Setelah Kerja di BSSN