Kamis, 4 Juni 2026

3 Tokoh Legend Asal Banyuwangi Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024, Salah Satunya Penenun Osing Terakhir yang...

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 September 2024 | 11:00 WIB
Potret Bu Siami penenun terakhir kain Osing. (Kolase Instagram @lambe_turah)
Potret Bu Siami penenun terakhir kain Osing. (Kolase Instagram @lambe_turah)


SketsaNusantara.id - Tiga tokoh seniman budayawan di Kabupaten Banyuwangi sukses meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024 dari Kemendikbudristek yang digelar di Provinsi DKI Jakarta.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024 adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang yang berprestasi dan berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan di Tanah Air Indonesia.

Malam puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2024 dihadiri oleh banyak tokoh penting seperti, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Sandiaga Uno, Hilmar Farid, Perwakilan dari Kementerian/Lembaga Kabinet Indonesia Maju dan sejumlah seniman budayawan lainnya.

Baca Juga: Menguak Misteri Jalur Situbondo-Banyuwangi, Konon Penuh Aura Mistis dan jadi Saksi Bisu Pembantaian pada Masa G30S PKI

Tahun ini acara AKI 2024 Kemendikbudristek membagi penerima menjadi 2 jenis, Tanda Kehormatan dari Presiden Republik Indonesia dan Satyalancana Kebudayaan

Selain itu Mendikbudristek juga memberikan jenis penghargaan Kebudayaan yang meliputi Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor, Lembaga Perorangan Asing, Media dan Anak.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @lambe_turah, ada sosok Bu Siami penenun terakhir yang sangat legend dari Banyuwangi.

Baca Juga: Ipuk Fiestiandani Launching Pembukaan Langgar Art, Wajah Baru Seni Rupa Banyuwangi di Tengah Alam Pedesaan

Tiga tokoh kebudayaan Banyuwangi tersebut adalah seniman Temu Misti sebagai Maestro Seni Tradisi dengan Tari Gandrung, pelestari Siami penenun satu-satunya kain Wastra Osing tradisional, dan pelestari pak Senari penyalin Kitab Lontar Yusuf Senari.

"Selamat kepada Bu Temu Misti, Bu Siami, dan Pak Senari yang telah mengharumkan Banyuwangi. Kami sangat bangga dengan para maestro hingga kini masih menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Banyuwangi, " Ucap Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi.

Siami adalah satu-satunya penenun kain Watra Osing tradisional yang masih eksis bertahan di Banyuwangi, diusia yang sudah mencapai 70 tahun Siami tetap konsisten menenun kain khas suku Osing hingga saat ini.

Baca Juga: Timdu Pemkab Banyuwangi Sosialisasikan Status Lahan yang Berpolemik ke Warga Desa Pakel

Siami berasal dari Dusun Delik, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, kain tenun buatan Siami banyak diburu kolektor dengan harga sangat fantastis.

Kain khas suku Osing punya banyak jenis, namun Siami hanya bisa membuat tenun jenis Keluwung dengan motif pelangi bermacam warna.

Melalui ajang penghargaan AKI 2024, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku sangat bangga dengan ketiga seniman di Banyuwangi tersebut.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X