Para pendaki biasanya memulai perjalanan di tengah malam untuk mencapai puncak sebelum fajar dan menikmati pemandangan spektakuler.
Namun, di balik keindahannya, Gunung Sibayak menyimpan tantangan yang harus dihadapi dengan kewaspadaan tinggi.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pendaki bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap petualangan di alam terbuka.
Gunung yang indah ini menawarkan pesona luar biasa, namun juga bisa berbahaya jika tidak dihadapi dengan persiapan dan kehati-hatian.
Kepala Basarnas Medan, Mustari, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 23.20 WIB dan langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian.
Ronny berhasil dievakuasi pada pukul 04.15 WIB, tetapi sayangnya nyawanya tak bisa diselamatkan. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit Kabanjahe untuk pemeriksaan lebih lanjut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kehidupan Asli Marisa Putri, Ngontrak Rumah di Gunung Sahilan, Kampar, hingga Mengaku Kerja di Pekanbaru
Menimbang Risiko Keberlanjutan Proyek Geothermal di Gunung Arjuno Welirang yang Mengancam Kelestarian Kawasan Lindung Beragam Biodiversitas, Siapkah?
Menelusuri Makam Eyang Jugo di Gunung Kawi, Konon jadi Guru Spiritual Pangeran Diponegoro
Stasiun Radio Malabar di Mana? Berjarak 12 Ribu Km dari Belanda, Ini Alasannya Dibangun di Gunung Puntang Bandung
Bangun Kesadaran dan Edukasi Masyarakat Soal Kebencanaan, LP2M Unej Revitalisasi Museum Kenangan Gunung Semeru di Lumajang