SketsaNusantara.id- Petualangan di Gunung Sibayak, Sumatera Utara, berujung tragis bagi Ronny Syahputra Sinurat, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berusia 20 tahun.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram basarnas_medan, ia tewas setelah terjatuh dari tebing setinggi 20 meter saat menuruni jalur curam di gunung tersebut, Sabtu malam, 7 September 2024.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 23.20 WIB, dan tim langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan lengkap untuk evakuasi di medan terjal. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari tiga jam karena medan yang sulit dijangkau dan kondisi lokasi yang gelap, hingga akhirnya Korban berhasil dievakuasi pada pukul 04.15 WIB dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk proses lebih lanjut." ungkap Mustari, S.E., M.M. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan (Basarnas Medan).
Insiden ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Gunung Sibayak kerap menjadi destinasi favorit para pendaki yang ingin menikmati keindahan alam dan matahari terbit.
Menurut informasi, Ronny dan delapan rekannya memulai pendakian sekitar pukul 19.25 WIB.
Saat perjalanan mencapai titik kritis pada pukul 21.45 WIB, Ronny tergelincir dan terjatuh ke jurang.
Teman-temannya segera melaporkan insiden ini kepada petugas di Gunung Sibayak, yang kemudian menghubungi Basarnas Medan.
Tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi dengan peralatan lengkap, namun medan yang terjal dan kondisi gelap memperlambat proses evakuasi.
Gunung Sibayak sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi alam terbaik di Sumatera Utara, terkenal dengan keindahan matahari terbitnya serta jalur pendakian yang menantang.
Gunung ini, yang terakhir meletus pada tahun 1881, berada di dekat Kota Brastagi dan sering disebut "Gunung Raja" oleh masyarakat Batak Karo.
Artikel Terkait
Kehidupan Asli Marisa Putri, Ngontrak Rumah di Gunung Sahilan, Kampar, hingga Mengaku Kerja di Pekanbaru
Menimbang Risiko Keberlanjutan Proyek Geothermal di Gunung Arjuno Welirang yang Mengancam Kelestarian Kawasan Lindung Beragam Biodiversitas, Siapkah?
Menelusuri Makam Eyang Jugo di Gunung Kawi, Konon jadi Guru Spiritual Pangeran Diponegoro
Stasiun Radio Malabar di Mana? Berjarak 12 Ribu Km dari Belanda, Ini Alasannya Dibangun di Gunung Puntang Bandung
Bangun Kesadaran dan Edukasi Masyarakat Soal Kebencanaan, LP2M Unej Revitalisasi Museum Kenangan Gunung Semeru di Lumajang