Minggu, 19 Juli 2026

Dinas PUPR Jombang Normalisasi Sungai Akibat Limbah Industri Pengolahan Tahu di Sumbermulyo Jogoroto

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 September 2024 | 17:27 WIB
Pengerukan sedimen sungai menggunakan alat berat becho milik Dinas PUPR Pemkab Jombang. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)
Pengerukan sedimen sungai menggunakan alat berat becho milik Dinas PUPR Pemkab Jombang. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)

SketsaNusantara.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup Jombang mulai melakukan langkah-langkah kongkret dalam menangani permasalahan limbah pengolahan tahu.

Di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto merupakan sentra industri pengolahan tahu terbesar di Jombang. Praktis, sungai yang ada di desa tersebut tercemar oleh limbah pengolahan tahu.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengerukan sedimen aliran sungai yang bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa limbah yang mengendap di dasar sungai.

Baca Juga: Meriah! Penghujung Peringatan HUT RI 79, Pemkab Jombang Gelar Parade Mobil Hias

Proses pengerukan ini dimulai sejak awal minggu ini, dengan melibatkan alat berat untuk mengangkat sedimen yang mengandung limbah tahu.

Kepala Dinas PUPR Pemkab Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memulihkan ekosistem sungai yang telah tercemar akibat pembuangan limbah industri tahu.

“Kami berkomitmen untuk mengembalikan kualitas air sungai agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat sekitar. Pengerukan ini merupakan tahap awal yang akan diikuti oleh serangkaian program lain, seperti edukasi kepada pengusaha tahu mengenai pentingnya pengolahan limbah yang ramah lingkungan,” ujar Bayu saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ratusan Polisi Disiagakan Amankan Pendaftaran Paslon Pilbup Jombang 2024

Dinas Lingkungan Hidup Jombang juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan sungai. Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas pengolahan limbah untuk para pengusaha tahu agar mereka dapat mengolah limbah produksinya dengan cara yang lebih aman bagi lingkungan,” kata Bayu.

Pengerukan sedimen di Sungai Bapang ini diharapkan dapat mengurangi tingkat pencemaran dan meningkatkan kualitas air sungai. Sehingga, tidak hanya mengembalikan fungsi ekologisnya, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitar.

Baca Juga: Partai Gerindra Bersama 7 Partai Koalisi Antar Warsubi-Gus Salman Daftar ke KPU Jombang

Pemerintah Daerah berharap dengan langkah ini, kesadaran masyarakat dan pelaku industri terhadap pentingnya pelestarian lingkungan akan semakin meningkat.

Program ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya dalam jangka panjang.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X