Minggu, 19 Juli 2026

Apa Arti 'Kotak Kosong' dalam Pilkada 2024? Fenomena Anomali Demokrasi di Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 September 2024 | 19:00 WIB
Arti dari kotak kosong, fenomena anomali dalam demokrasi di Indonesia. (Pexels.com/Edmond Dantè)
Arti dari kotak kosong, fenomena anomali dalam demokrasi di Indonesia. (Pexels.com/Edmond Dantè)

SketsaNusantara.id - Fenomena "kotak kosong" dalam Pilkada 2024 saat ini cukup mencuri perhatian publik.

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai menyediakan tenggat waktu hingga tanggal 4 September untuk sejumlah wilayah yang cuma punya calon tunggal.

Faktanya, ada 44 wilayah yang dalam Pilkada tahun ini memiliki "kotak kosong".

Baca Juga: Netes Air Mata! Calon Wakil Gubernur Jakarta Mampir ke Makam Benyamin Sueb Jelang Pilkada 2024, Terbongkar Tujuan Rano Karno

Lalu, apa yang sebenarnya dimaksud sebagai 'kotak kosong'?

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun TikTok Literasi Demokrasi Indonesia, "kotak kosong" adalah munculnya calon tunggal yang tidak memiliki saingan, sehingga posisi lawan dinyatakan dalam bentuk kotak yang kosong.

Artinya, arti dari "kotak kosong" bukan dipahami secara harfiah, yakni tidak adanya surat suara di dalam kotak pemilu.

Baca Juga: Pramono-Rano Berikan Respons terhadap Peluang Anies Gabung Jadi Timsesnya di Pilkada Jakarta 2024, Anung: Dengan Senang Hati...

Penting juga dipahami bahwa adanya calon tunggal di sebuah wilayah tidak serta merta menjadikannya sebagai pemenang.

Justru pasangan calon tunggal akan diadu melawan kotak kosong.

Biasanya, faktor sulitnya memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai kepala daerah menjadi penyebab munculnya "kotak kosong" di sebuah wilayah.

Baca Juga: Dorong Partisipasi Politik Lebih Luas, KPU Ngawi Perpanjang Masa Pendaftaran Pilkada 2024 Akibat Minimnya Bakal Calon

Fenomena "kotak kosong" di Indonesia bahkan disebut sebagai anomali dalam demokrasi.

Logikanya, dengan jumlah penduduk atau pemilih yang besar di wilayah Indonesia, fenomena "kotak kosong" memunculkan fakta-fakta terkait kegagalan kaderisasi partai, hingga koalisi yang terlalu gemuk.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: TikTok Literasi Demokrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X