Senin, 20 Juli 2026

Erick Thohir Soroti 2 Isu Krusial di Indonesia, Tuntut Masyarakat Adaptif di Era Digital

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 11:45 WIB
Erick saat menjadi pembicara seminar nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) (Angga J Setiawan)
Erick saat menjadi pembicara seminar nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) (Angga J Setiawan)

SketsaNusantara.id - Menteri BUMN, Erick Thohir meminta masyarakat untuk cepat beradaptasi di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat menjadi pembicara seminar nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej) pada Jumat, 30 Agustus 2024.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menekankan tentang potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia tapi belum digarap secara maksimal.

Baca Juga: 5 Wilayah di Jawa Timur Ini Punya Paslon Tunggal di Pilkada 2024, KPU Jatim: Kita Serahkan ke...

Seperti sumber daya alam Nikel. Indonesia merupakan penghasil nikel terbesar yang selama ini hanya diekspor dalam bentuk mentah.

“Indonesia penghasil nikel terbesar, selama ini diekspor berupa bahan baku begitu saja,” kata Erick.

Menurut Erick, pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Prabowo nanti akan banyak terobosan-terobosan. Salah satunya dalam kebijakan terhadap nikel.

Baca Juga: Momen Anies Baswedan Dapat 'Gratifikasi' dari Tetangga Usai Doorstep di Depan Rumahnya Ramai Jadi Sorotan Netizen: Ekspresi Abah...

Dihadapan 700 peserta seminar nasional, Erick menuturkan, nantinya pemerintah akan membuat kebijakan dalam tata kelola nikel.

“Ada 17 produk turunan nikel, nanti nikel harus dipropses di Indonesia, Tidak lagi diekspor berupa bahan baku,” ujarnya.

Apalagi, sambungnya, saat ini sudah ada perubahan besar dari mesin ke listrik.

Baca Juga: Resmi Maju di Pilkada 2024, Pasangan Teddy dan Marjito Usung Program Unggulan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi Warga OKU

“Ke depan harus bergantung listrik. Masyarakat harus proaktif melihat perubahn ini. Sekarang motor berganti dari mesin jadi baterai motor, kita harus siap mengantisipasi perubahan ini. Bengkel-bengkel mesin kedepan harus berubah ke motor listrik,” ungkapnya.

Selain pengelolan Nikel, Erick juga mencontohkan kurangnya pengelolaan di bidang pariwisata.

Salah satunya kunjugan turis ke Indonesia yang kalah jauh dengan Malaysia dan Thailand.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X