SketsaNusantara.id - Spanduk bertuliskan ‘Pratikno dilarang masuk’ terpampang di di Universita Gadjah Mada (UGM).
Spanduk tersebut dipasang oleh mahasiswa Fisipol (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik) bersamaan dengan acara yang dihadiri Ganjar Pranowo.
Pratikno dinilai terlibat saat pembegalan terhadap Undang-Undang Pilkada.
Padahal Pratikno pernah menjabat sebagai rektor UGM periode 2012-2014.
Ia juga merupakan alumni Fakultas Fisipol UGM yang kini mahasiswanya melarangnya masuk ke kawasan kampus.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Fisipol UGM, Pratikno adalah profesor di bidang Ilmu Politik di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM.
Selain menjadi rektor, Pratikno juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di UGM.
Setelah berkarir di dunia pendidikan, pria kelahiran Bojonegoro ini kemudian terpilih sebagai Menteri Sekretaris Negara pada tahun 2014.
Ia juga aktif di berbagai organisasi profesional seperti Asosiasi Ilmu Politik Indonesia hingga ACPR (Asian Consortium for Political Research).
Baca Juga: Lega dan Menerima, Wujud Legowo Anies Baswedan Tak Ikut Pilgub Jakarta 2024, Yakin Ada Hikmah
Pratikno sendiri menikah dengan Siti Farida dan dikaruniai 3 orang putri yakni Annisa Firdia Hanum, Hilda Mutia Hanum dan Gita Nadia Nahum.
Artikel Terkait
Sosok Perempuan Terjun Politik, Inilah Perbandingan Peta Politik Tiga Srikandi Jawa Timur pada Pilkada 2024
Terbongkar! Jaksa Penuntut Umum Blak-blakan Fakta Baru Soal Dugaan Korupsi Timah Harvey Moeis, Ada yang Lebih Parah!
Ditawarkan Maju Pilgub? Anies Baswedan Angkat Bicara Soal Partisipasi Kontestan Pilkada 2024, Terbongkar Sederet Fakta
Sah! Bikin Pesta Rakyat Makin Meriah, 10 Artis Resmi Maju Ajang Pilkada 2024, Ada Bintang Favorit Mu?
Rocky Gerung Ikut Bahas Soal Ketiak Setelah Ramai Bau Badan Erina Gudono Jadi Gunjingan: Itu Sasarannya Bukan Personal tapi...
Lega dan Menerima, Wujud Legowo Anies Baswedan Tak Ikut Pilgub Jakarta 2024, Yakin Ada Hikmah
Anies Baswedan Fix Tak Ikut Pilgub Jakarta 2024 Malah Dapat Saran Masuk Partai atau Buat Partai, Jadinya Gimana?