Minggu, 19 Juli 2026

Namanya Mirip dengan Presiden ke-7, Inilah Profil Wiji Thukul, Seorang Penyair dan Aktivis Orde Baru yang Diculik dan Menghilang sampai Sekarang

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Agustus 2024 | 13:30 WIB
Profil Wiji Thukul, Seorang Penyair dan Aktivis Orde Baru  (x.com @warungsastra)
Profil Wiji Thukul, Seorang Penyair dan Aktivis Orde Baru (x.com @warungsastra)

SketsaNusantara.idWiji Thukul merupakan salah satu aktivis di era Orde Baru. Tak hanya dikenal sebagai pengkritik Orde Baru, ia juga dikenal sebagai penulis puisi yang selalu menggaungkan perjuangan.

Sosok Wiji Thukul tiba-tiba menghilang di tahun 1998 ketika Indonesia penuh dengan kekacauan dan pergolakan politik. Keberadaannya belum diketahui hingga sekarang.

Karya puisi Wiji Thukul selalu diabadikan dan menjadi simbol protes untuk menolak kekejaman rezim dan selalu ada di banyak aksi protes.

Baca Juga: Inilah 5 Alasan Kaum Elit Memakai Jet Pribadi Setelah Viral Berita Kaesang dan Erina, Salah Satunya Pamer Kekayaan?

Ia terkenal dengan bait terakhir puisinya berjudul Peringatan yaitu “Hanya ada satu kata: Lawan!”.

Inilah profil sosok Wiji Thukul seorang penyair sekaligus aktivis pengkritik masa Orde Baru dan menghilang tanpa diketahui keberadaannya hingga kini.

Dilansir dari p2k.stekom.ac.id oleh SketsaNusantara.id, nama asli dari Wiji Thukul ternyata hampir mirip dengan nama Presiden Indonesia ke-7 yaitu Widji Widodo. Ia lahir pada 26 Agustus 1963 di Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Siapkan Proses Pendaftaran, KPU Jatim Tentukan RSUD dr Soetomo, Surabaya Jadi Lokasi Tes Kesehatan Paslon di Pilkada 2024

Ia adalah seorang penyair dan aktivis yang dikenal dari puisi dan syairnya mengkritik rezim pemerintahan Orde Baru yang diduduki oleh Presiden Soeharto.

Terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah tukang becak sedangkan ibunya merupakan penjual ayam bumbu.

Ketika masih di bangku SD, ia suka menulis puisi ketika SMP ia juga tertarik dengan dunia teater dan bergabung dengan Teater Jagat.

Baca Juga: Viral Video Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Gunakan Jet Pribadi, Cristiano Ronaldo Butuh Waktu 7 Tahun Beli Jet Gulfstream

Ia bersama dengan kelompok teaternya tersebut sering mengamen dan diselingi dengan puisi. Ia mengamen dari sekitar tempat tinggalnya di Solo sampai Yogyakarta, Klaten, hingga Surabaya.

Ia juga sempat belajar tari dan melanjutkan studinya di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia. Tetapi, sayangnya ia berhenti karena kondisi perekonomian keluarga.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X