SketsaNusantara.id – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), partai politik non parlemen di Jombang makin solid mendukung Sugiat untuk mendaftar pada Pilkada yang akan dibuka pada 27 sampai dengan 29 Agustus ini.
Pasalnya, parpol-parpol yang tak mendapatkan kursi di DPRD tersebut sejak awal sudah menjalin komunikasi intens terkait dukungannya ke eks Pj. Bupati Jombang itu.
“Ada peluang besar bagi parpol non parlemen. Di Jombang kami sudah membentuk Koalisi Non Parlemen (KNP) yang dikoordinatori Ketua PSI (Partai Solidaritas Indonesia),” tegas Abdul Kholiq, Ketua DPC PBB (Partai Bulan Bintang) Jombang, Jumat 23 Agustus 2024.
Baca Juga: Pegawai Dinas PUPR Pemkab Jombang Raih Penghargaan ASN Berprestasi
Pasca putusan MK dua hari lalu, kata dia, KNP langsung menggelar rapat. Hasilnya, tegas Kholiq, KNP sepakat mengawal putusan MK ini sebagai landasan kuat untuk mendapatkan Bupati dan Wakil Bupati Jombang yang benar-benar bisa membangun Kota Santri ini dengan baik.
Ia pun menyebut, sejak awal KNP sudah sepakat mengusung Sugiat untuk memenangi Pilkada Jombang.
“Ketua DPC PAN Jombang misalnya, menyebut Jombang butuh sosok tegas, bersih. Pak Sapto Ketua Hanura pun demikian, butuh pemimpin responsif, tidak sombong, mudah diajak bicara wong cilik. Ini ada pada sosok Sugiat,” tegas mantan legislator Jombang dari PDIP ini.
Baca Juga: Khidmat, Warga Dusun di Jombang Gelar Malam Tirakatan Peringati Kemerdekaan RI
Kholiq juga memastikan partai non parlemen lainnya juga bulat mendukung Sugiat.
Menurutnya, Sugiat berani mewakafkan diri. Buktinya, ungkap Kholiq, Sugiat mundur dari Pj Bupati Jombang, sekaligus pensiun dini dari BIN (Badan Intelijen Negara) demi Jombang.
“Selama 10 bulan menjadi Pj Bupati Jombang, terbukti tegas, responsif, inovatif dan bersih. Pak Giat selalu berkomitmen untuk tidak menjadikan keluarga sebagai bayang-bayang bupati. Ini luar biasa,” jelas Cak Kholiq, sapaan akrabnya.
Dia menegaskan, untuk bisa maju, Jombang butuh bupati yang kuat akan gagasan. Bukan sekadar mengandalkan uang.
“Orang kaya belum tentu selesai dengan kekayaannya. Faktanya, yang tersangkut korupsi, itu bukan orang miskin. Mereka kaya, tapi rakus,” ujarnya.
Artikel Terkait
Gelar Media Gathering, KPU Jombang Ajak Wartawan Sukseskan Pilkada Serentak 2024
Antisipasi PSU, Bawaslu Jombang Tingkatkan Pengawasan dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024
Jelang Batas Akhir, 4 Caleg Terpilih Belum Sampaikan Tanda Terima Pelaporan LHKPN ke KPU Jombang
Tidak Direkom PDIP, Eks Pj Bupati Jombang Sugiat Gerilya ke Partai Gerindra
Maksimalkan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Pemkab Jombang Raih Penghargaan UHC Awars 2024 Kategori Pratama