Meskipun pernah menjadi bagian dari Partai Golkar, Sultan HB X kini lebih memilih fokus pada tugasnya sebagai Gubernur DIY.
Ia enggan berkomentar lebih jauh tentang dinamika internal Partai Golkar, termasuk pergantian ketua umum dari Airlangga Hartarto ke Bahlil Lahadalia.
Kontroversi ini semakin memanas ketika Bahlil akhirnya merespons bahwa pernyataannya soal Raja Jawa tidak perlu dianggap serius karena hanya merupakan lelucon.
Namun, lelucon ini justru memicu berbagai interpretasi dan menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat.
Terutama mengingat pentingnya posisi Sri Sultan HB X dalam konteks sejarah dan budaya Jawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Fokusmaker Siap Dukung Bahlil Lahadalia, jadi Sosok Tepat untuk Mewujudkan 'Indonesian Dream' sebagai Ketua Umum Golkar
Profil Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang Baru Hasil Reshuffle Kabinet Jokowi, Mantan Supir Angkot Asal Maluku
Siapa Menteri Investasi yang Baru? Ini Profil Rosan P Roeslani, Timses Prabowo-Gibran Pengganti Bahlil Lahadalia
Jelang Munas Golkar ke-XI, DPD Golkar Jember Usung Bahlil Lahadalia Jadi Ketum Partai Beringin
Agus Gumiwang Tak Lolos Verifikasi, Bahlil Lahadalia Menang Aklamasi Sebagai Calon Tunggal Ketum Golkar